Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Begawan Rodra Bagian 6, Dewa di Kahyangan Juga Ada Oknumnya

Ki Damar • Minggu, 23 Maret 2025 | 04:10 WIB
Ilustrasi lakon wayang Begawan Rodra
Ilustrasi lakon wayang Begawan Rodra

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“IYA, Ngger Senarodra, tapi jangan kau anggap semua dewa itu sama,” ucap Batara Narada.

“Dewa juga makhluk, tak jauh beda dengan manusia. Kami pun bisa salah dan lupa. Tidak semua dewa itu buruk... yah, mungkin hanya beberapa saja. Bisa dibilang oknum, hehe,” lanjutnya sambil tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana.

Narada kemudian melanjutkan bujuk rayunya kepada para Pandawa. Ia menyampaikan kegundahan Batara Guru yang merasa Suralaya dalam bahaya karena serangan raksasa Kala Srenggi.

“Jika Pandawa bersedia membantu kami,” ucap Narada penuh harap, “maka kalian akan kami bebaskan dari Retna Dumilah, dan para dewa pun berjanji untuk lebih berhati-hati, menimbang segala sesuatu sebelum bertindak. Bagaimana?”

Tanpa banyak syarat, para Pandawa menyatakan kesanggupan.

Meskipun mereka mengaku telah merasa nyaman berada dalam Cupu Retna Dumilah (tak merasa lapar, haus, ataupun sedih) mereka tetap memilih untuk turun tangan membela kebenaran.

Begitu para raja dari tanah Jawa mengetahui bahwa lawan mereka adalah para Pandawa, mereka segera mengundurkan diri dan kembali ke negara masing-masing.

Tinggallah para raksasa beserta pemimpinnya yang tetap bersikeras meneruskan penyerangan.

“Wah, di kahyangan sekarang ada para Pandawa,” ujar salah satu raja.

“Kalau kita teruskan, ini akan jadi aib besar. Kita pasti kalah dan ditertawakan para dewa. Wahai para raja Jawa, lebih baik kita mundur saja sebelum dipermalukan!”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarata

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon #wayang