Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Rama Mandita Bagian 7-Habis, Sabda Sang Hyang Guru

Ki Damar • Senin, 24 Maret 2025 | 04:55 WIB
Ilustrasi lakon wayang Rama Mandita
Ilustrasi lakon wayang Rama Mandita

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

SETELAH melakukan belapati kepada Prabu Rama, para Rewanda berubah kembali ke wujud asal mereka sebagai manusia, lalu masuk ke dalam Nirwana.

Jiwa luhur Prabu Rama, setelah lepas dari raganya, dipanggil menghadap Sang Hyang Guru di Kahyangan Jonggringsaloka.

"Hai Rama, sesungguhnya pengabdianmu belum selesai," sabda Sang Hyang Guru.

"Apa lagi yang harus aku lakukan, Pukulun?" tanya suksma Prabu Rama dengan penuh takzim.

"Menitislah engkau kepada raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna, karena dharma hidupmu akan berlanjut dalam dirinya. Seperti engkau dahulu mengajarkan Astabrata kepada adikmu Barata, kelak Sri Kresna pun akan mewariskan ilmu yang sama kepada dunia."

Tanpa banyak tanya, suksma Prabu Rama menerima titah itu.

Ia pun menitis dalam diri Sri Kresna, sebagai penerus dharma dan pembawa cahaya kebijaksanaan bagi semesta.

Sementara itu, Laksmana melanjutkan laku tapanya hingga tutup usia beberapa tahun kemudian.

Ia wafat dalam usia lanjut dan tenang, disemayamkan di Padepokan Kutharunggu.

Setelah meninggal, suksma Laksmana menitis dalam diri Raden Arjuna, sang satria utama Pandawa.

Sejak saat itulah, kisah agung Ramayana bersambung ke dalam Mahabharata.

Cerita-cerita seperti Semar Boyong, Wahyu Makutarama, dan Rama Nitis menjadi jembatan yang menghubungkan dua zaman besar, dua cerita suci yang menyatu dalam satu garis dharma: jalan kebenaran yang abadi.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Kresna #Rama #semar #Lakon #wayang