Jawa Pos Radar Madiun - Tee-tok Siangkoan Houw (Pendekar Racun Bumi) benar-benar kagum pada kesaktian dan ketabahan Sin Liong.
Penguasa Puncak Awan Merah (Tai-hang-san) menyadari bahwa jika pemuda itu menghendaki, bukanlah hal sulit baginya untuk membalas hukuman yang telah dijatuhkan.
Namun, Sin Liong justru menerima hukuman itu dengan pasrah.
Wajahnya tetap tenang dan tersenyum lebar, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa marah atau dendam.
Sikap ini semakin membuat Tee-tok penasaran!
Pemuda Terhukum Itu Ternyata Anak Ajaib dari Gunung Seribu Bunga
Saat Pendekar Racun Bumi bertanya tentang identitasnya, Sin Liong dengan tenang menyebutkan namanya.
Ketika Sin Liong mengungkap bahwa mereka pernah bertemu di Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga), ingatan lama penguasa Tai-hang-san seketika berputar kembali.
Tee-tok Siangkoan Houw terkejut!
Pemuda yang baru saja dihukumnya ternyata adalah Sin-tong, bocah ajaib yang belasan tahun lalu menjadi rebutan para pendekar di Gunung Seribu Bunga.
Diliputi kegembiraan dan penyesalan, Tee-tok segera melepaskan ikatan Sin Liong dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.
Siangkoan Hui, putri Tee-tok, yang sejak awal merasakan keistimewaan Sin Liong, semakin kagum setelah mengetahui jati diri pemuda itu.
Tee-tok Khawatir Pangeran Han Ti Ong Tiba-tiba Datang
Selain terkejut dan kagum, begitu mengetahui identitas Sin Liong, Pendekar Racun Bumi diliputi kegelisahan.
Tee-tok khawatir jika Pangeran Han Ti Ong, pendekar sakti yang dulu menyelamatkan Sin Liong di Gunung Seribu Bunga, tiba-tiba muncul kembali.
Maklum, nama Pangeran Han Ti Ong begitu disegani dan ditakuti di dunia persilatan.
Banyak tokoh besar yang enggan menentangnya, dan kini Sin Liong telah menjadi muridnya.
Jamuan Kehormatan untuk Sin Liong
Fakta Sin Liong adalah Sin-tong, bocah ajaib yang dulu menggemparkan dunia persilatan, membuat Siangkoan Houw berbalik sikap.
Ia tak lagi memandang pemuda itu sebagai pesakitan yang harus dihukum, melainkan sebagai tamu kehormatan yang patut dijamu dengan penuh penghormatan.
Tanpa ragu, ia segera mengundang Sin Liong ke kediamannya dan menyiapkan hidangan terbaik.
Nantikan kelanjutan cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani