Jawa Pos Radar Madiun – The Kwat Lin semakin berkuasa setelah Kiam-mo Cai-li, datuk sesat yang ditakuti, bergabung sebagai tangan kanannya.
Keberadaan Cai-li (Wanita Berpayung Pedang) menarik lebih banyak tokoh dari golongan sesat untuk tunduk pada kepemimpinan Kwat Lin.
Selain menjadi ketua Bu-tong-pai, nama bekas Ratu Pulau Es ini mulai diperhitungkan di dunia persilatan golongan hitam.
Jaringan Rahasia dan Rencana Besar
Dengan pengaruhnya yang kian luas, The Kwat Lin mulai membangun hubungan dengan para pejabat di kota raja.
Persekutuan rahasia ini memiliki satu tujuan besar: menggulingkan Kaisar!
Beberapa pembesar kerajaan, yang menginginkan kekuasaan lebih besar, diam-diam memberikan dukungan finansial kepada Kwat Lin.
Bantuan tersebut digunakan untuk memperkuat Bu-tong-pai, merekrut pendekar-pendekar tangguh, dan memperluas pengaruhnya di dunia kang-ouw.
Ancaman bagi Dinasti Tang
Pada masa itu, Kaisar Beng Ong (Hian Tiong) memimpin Dinasti Tang menuju kejayaan.
Wilayah kekaisaran terus berkembang, dan stabilitas kerajaan tampak kokoh.
Namun, di balik kemegahan istana, bayangan pemberontakan mulai mengancam.
The Kwat Lin dan Kiam-mo Cai-li kini menjadi kekuatan tersembunyi yang siap mengoyak tatanan kekaisaran.
Dengan dukungan dari para pejabat yang haus kekuasaan serta pasukan dari kaum persilatan sesat, rencana besar mereka semakin matang.
Nantikan kelanjutan cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani