Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
"BAGAIMANA bisa dikatakan kesalahan? Bukankah cinta adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga? Bila aku tak mengungkapkannya, sama saja aku menyia-nyiakan anugerah itu. Betapa tak bersyukurnya diriku, Raden," kata Srikandi.
"Namun, kita baru saja bertemu, dan aku baru saja menikah, Srikandi. Simpanlah rasa itu dalam hatimu. Suatu saat kamu akan menemukan lelaki yang jauh lebih baik dariku," jawab Arjuna pelan.
Namun, Srikandi menolak menerima pernyataan Arjuna. Ia tetap teguh ingin memiliki lelaki pujaannya.
Keinginan itu ternyata diketahui oleh Drupadi, kakak Srikandi sekaligus istri Puntadewa, kakak Arjuna.
Usai latihan hari itu, Drupadi langsung memarahi adiknya. "Apa kamu ingin merusak tatanan keluarga, Srikandi? Arjuna sudah beristri. Sadarlah!" bentaknya.
Srikandi menangis sejadi-jadinya. Ia memohon pada Drupadi agar membantunya mendapatkan Arjuna.
Hatinya kacau tiap kali membayangkan Arjuna pergi dari hadapannya. Ia tak bisa melupakan kelembutan dan pesona Panengah Pandawa itu.
Namun, Drupadi tetap tak memberikan restu, apapun alasannya.
Keesokan harinya, Srikandi menghilang dari istana. Hal itu membuat geger seluruh kerajaan Pancala. Para prajurit kalang kabut mencarinya.
Prabu Drupada mengeluarkan sayembara: siapa pun yang berhasil menemukan Srikandi akan diberi hadiah besar.
Drupadi merasa sangat bersalah. Ia yakin Srikandi pergi karena ucapan kasarnya tempo hari. Dengan perasaan menyesal, Drupadi menemui Arjuna.
"Arjuna, tolonglah kerajaan Pancala. Carilah adikku Srikandi yang telah hilang," pinta Drupadi dengan penuh ketulusan.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani