Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 105, Kaisar Dimabuk Asmara, Dinasti Tang Terancam Pemberontakan

AA Arsyadani • Kamis, 27 Maret 2025 | 00:45 WIB
Kaisar Beng Ong terpikat oleh kecantikan Yang Kui Hui.
Kaisar Beng Ong terpikat oleh kecantikan Yang Kui Hui.

Jawa Pos Radar Madiun – Cinta kaisar yang membabi buta menjadi awal kehancuran Dinasti Tang (712–756).

Tanpa disadari, bibit pemberontakan mulai tumbuh di dalam istana.

Melihat peluang ini, The Kwat Lin dan Kiam-mo Caili pun bersekutu.

Dua datuk sesat ini berharap kedudukan tinggi dalam pemerintahan yang baru.

Usia kaisar sebenarnya lebih dari 65 tahun.

Namun, seperti disebutkan Kho Ping Hoo, laki-laki betapa pun tuanya, ketika menghadapi wanita akan menjadi seperti seorang kanak-kanak yang hijau dan lemah.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 95, Sin Liong Tabah Jalani Hukuman Cambuk 100 Kali

1. Cinta yang Mengguncang Kekuasaan

Kaisar Beng Ong terpikat oleh kecantikan Yang Kui Hui, istri Pangeran Su.

Demi memilikinya, kaisar memaksa Pangeran Su menceraikannya.

Sejak menjadi selir kaisar, Yang Kui Hui memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan.

2. Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan

Kaisar mulai lalai dalam urusan negara dan menyerahkan kendali pemerintahan kepada pejabat dan thaikam.

Yang Kui Hui memanfaatkan posisinya untuk mengangkat keluarganya ke jabatan penting, termasuk kakaknya, Yang Kok Tiong, sebagai Menteri Pertama.

3. Jenderal An Lu San dan Rencana Pemberontakan

An Lu San, seorang pemuda dari Liao-Tung berdarah Khitan.

Dia seorang budak yang kemudian menjadi jenderal tangguh.

Dengan kelicikan dan dukungan Yang Kui Hui, ia meraih kepercayaan kaisar.

4. Kedekatan An Lu San dengan Yang Kui Hui

An Lu San yang periang dan ugal-ugalan menarik simpati kaisar.

Ia pun membuat Yang Kui Hui kepincut dan mulai menjalin hubungan rahasia.

Berkat pengaruh Yang Kui Hui, An Lu San diangkat sebagai putra angkat kaisar dan diberikan kekuasaan militer besar.

5. Ambisi The Kwat Lin dan Kiam-mo Cai-li

Seorang utusan dari Pangeran Tang Sin Ong mendatangi The Kwat Lin di Bu-tong-san, yang segera merancang langkah strategisnya.

The Kwat Lin berambisi mencarikan jabatan tinggi untuk putranya.

Sejarah mencatat bagaimana kelemahan penguasa bisa menghancurkan sebuah kerajaan besar. (fin)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Ho