Jawa Pos Radar Madiun - Swi Nio tak betah tinggal di Bu-tong-pai.
Awalnya, ia menaruh hormat kepada gurunya, The Kwat Lin.
Namun, setelah melihat Bu-tong-pai dikuasai dengan kekerasan dan dipenuhi mantan penjahat, ia mulai menyesali keputusannya.
Berbeda dengan kakaknya, Swi Liang, yang justru menjalin hubungan dekat dengan wanita kejam itu.
1. Awal Konflik Swi Nio dengan The Kwat Lin
Swi Nio menolak untuk dikirim dalam misi berbahaya ke kota raja.
The Kwat Lin murka karena kehendaknya ditentang muridnya.
Demi menyelamatkan adiknya, Swi Liang akhirnya menggantikan tugas tersebut.
2. Rencana Licik The Kwat Lin dan Kiam-mo Cai-li
Kedua wanita itu menyusun rencana untuk menundukkan Swi Nio.
Mereka pun berencana menumbalkan Swi Nio agar kelak menjadi selir Pangeran Tang Sin Ong.
Jika rencana busuk ini berhasil, tentu Swi Nio akan patuh dan tak lagi menjadi ancaman di masa depan.
3. Pesta Jebakan untuk Swi Nio
Sebelum tertangkap dan dieksekusi mati, Pangeran Tang Sin Ong sempat berkunjung ke Bu-tong-san.
Kedatangannya disambut meriah.
Swi Nio dipaksa menemani pangeran dalam perjamuan.
Meski sebenarnya di dalam lubuk hatinya berontak.
4. Diperdaya dengan Arak Beracun
Swi Nio dipaksa minum arak yang telah dicampur obat penenang oleh Kiam-mo Cai-li.
Dalam keadaan setengah sadar, dia dipaksa menerima hadiah dari pangeran sebagai tanda kepemilikan.
Swi Nio kehilangan kesadaran dan mengalami mimpi buruk seolah dirinya tenggelam dalam lautan.
Saat sadar, ia merasakan kepedihan dan ketakutan yang nyata. Nantikan kelanjutan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani