Jawa Pos Radar Madiun – Menghadapi Siok Tojin, Kiam-mo Cai-li sesumbar akan mengalahkannya kurang dari sepuluh jurus.
Perkataan itu bernada merendahkan lawan.
Siok Tojin menahan amarahnya.
Namun karena tidak pandai berbicara, ia hanya mengungkapkan kekecewaannya melalui perumpamaan.
“Hemm, seekor kerbau diikat hidungnya, manusia diikat mulutnya!"
Demikian tulis Kho Ping Hoo dalam serial Bu Kek Siansu.
Adu kesaktian pun dimulai.
1. Siok Tojin Tersinggung Ucapan Kiam-mo Cai-li
Pertarungan keduanya dimulai ketika Siok Tojin merasa tersinggung dengan pernyataan Kiam-mo Cai-li.
Wanita Pandai Berpayung Pedang sengaja memancing emosi agar lawannya menyerang tanpa menyusun strategi matang.
Kiam-mo Cai-li sengaja memancing emosi lawan agar celahnya terbuka.
2. Duel Payung vs. Pedang
Siok Tojin mengandalkan pedangnya yang tajam.
Sementara Kiam-mo Cai-li bertarung dengan payung, kuku beracun, dan rambut panjangnya sebagai senjata.
Serangan cepat dan kombinasi senjata Kiam-mo Cai-li membuat Siok Tojin kewalahan.
Keunggulan kecepatan dan tenaga dalam Cai-li sulit dipatahkan.
3. Kemenangan Kiam-mo Cai-li
Dalam waktu lima hingga enam jurus, Kiam-mo Cai-li berhasil melumpuhkan Siok Tojin dengan serangan khasnya.
Rambutnya yang dapat mematuk seperti ular, membuat Siok Tojin tak berdaya dan kehilangan senjata.
Cai-li berhasil membuktikan bila kata-kata bisa lebih berbahaya dari sebilah senjata. (fin)
Editor : Mizan Ahsani