Jawa Pos Radar Madiun - Liu Bwee terkejut saat Ouw Sian Kok mengajaknya ke Pulau Es.
Semula, Liu Bwee menolak karena tak ingin menerima penghinaan lagi.
Namun, Ouw Sian Kok meyakinkannya bahwa Han Ti Ong telah bertindak sewenang-wenang dan perlu ditegur.
Ouw Sian Kok bertekad membela Liu Bwee.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 102, Coa Hok dan Coa Khi Tantang The Kwat Lin
1. Perjalanan Menuju Pulau Neraka
Liu Bwee terkejut dengan ketulusan Ouw Sian Kok.
Ouw Sian Kok mengungkapkan bahwa Liu Bwee mengingatkannya pada almarhum istrinya.
Liu Bwee terharu tetapi juga merasa sungkan, sehingga perjalanan mereka berlangsung dalam keheningan.
Setelah dua hari dua malam, mereka tiba di Pulau Es.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 101, Bu-tong-pai Terlibat Aliansi Politik Berbahaya
2. Kondisi Pulau Es
Pulau tampak sunyi dan rusak, bangunan-bangunan lenyap.
Liu Bwee menemukan pesan dari Han Ti Ong yang menyesali perbuatannya dan mengaku bahwa Pulau Es telah dihancurkan oleh hukuman Tuhan.
Han Ti Ong juga meminta Sin Liong dan Swat Hong mencari The Kwat Lin untuk merebut kembali pusaka yang dirampas.
3. Batin Liu Bwee Terguncang
Liu Bwee sangat terpukul, menjerit, dan pingsan.
Ouw Sian Kok merawatnya dan menjaga semalaman hingga ia siuman.
Liu Bwee menangis mengingat kehilangan suami dan penghuni Pulau Es.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 99, Swat Hong Marah, Sin Liong Terjebak di Tengah!
4. Jejak Swat Hong dan Sin Liong
Ouw Sian Kok menemukan jejak kaki dan saputangan milik Swat Hong.
Liu Bwee menduga putrinya dan Sin Liong telah pergi mengejar The Kwat Lin ke daratan besar.
Setelah merasa cukup berada di Pulau Es, Liu Bwee ingin mencari putrinya tetapi ragu karena tidak mengenal daratan besar.
Ouw Sian Kok menawarkan diri untuk menemani dan menjadi penunjuk jalan. (fin)
Editor : Mizan Ahsani