Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
BEGAWAN Amisana adalah pemimpin para arwah yang berterima kasih kepada Prabu Pandu, karena telah membebaskan mereka dari penderitaan panjang di alam antara.
Semasa hidup, arwah-arwah tersebut adalah manusia yang gemar menggunakan susuk, yakni benda gaib yang ditanam dalam tubuh demi tujuan tertentu, seperti kecantikan, keperkasaan, atau kewibawaan.
Namun, setelah mereka meninggal, susuk-susuk itu justru menjadi penghalang untuk memasuki alam baka.
Jiwa mereka tertahan, berubah menjadi arwah penasaran yang bergentayangan dan sering kali mengganggu manusia.
Kyai Semar kemudian menjelaskan bahwa siapapun yang memakai susuk hendaknya melepaskannya sebelum ajal menjemput.
Bila telah meninggal dan belum sempat dilepaskan, maka menjadi tanggung jawab keluarga untuk melepaskannya saat memandikan jenazah, menggunakan sarana daun kelor sebagai penawar.
Namun, Semar menekankan, yang terbaik adalah menghindari pemakaian susuk sama sekali.
Sebagai gantinya, manusia dianjurkan untuk memupuk rasa percaya diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Setelah menerima petunjuk ini, arwah Begawan Amisana dan para pengikutnya pun berpamitan untuk memasuki alam baka dengan tenang.
Sebelum pergi, mereka menyerahkan benda-benda susuk yang dahulu mereka pakai. Ada yang berupa batu permata, logam mulia, hingga besi baja, kepada Raden Pandu.
Namun Raden Pandu tidak menggunakannya sebagai susuk.
Ia menyimpannya hanya sebagai kenang-kenangan, sebagai pengingat bahwa kekuatan sejati datang dari jiwa yang bersih, bukan dari benda yang ditanam dalam tubuh.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani