Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Balawa Tandang Bagian 1, Jabatan dan Uang yang Berkuasa

Ki Damar • Sabtu, 5 April 2025 | 22:35 WIB
Ilustrasi lakon wayang Balawa Tandang
Ilustrasi lakon wayang Balawa Tandang

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

DI sebuah pejagalan tua di Negara Wirata, hiduplah seorang lelaki renta yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada anak semata wayangnya.

Anak itu bernama Abilawa, atau yang lebih dikenal dengan nama Balawa.

Sehari-harinya, Balawa bekerja sebagai jagal. Pekerjaan yang biasanya dilakukan lima hingga tujuh orang, namun ia mampu melakukannya sendirian.

Sapi atau kerbau sebesar apa pun bisa ditaklukkannya hanya dengan kekuatan tangannya sendiri.

Kekuatan Balawa sangat mengerikan, tidak wajar untuk ukuran manusia biasa.

Namun di balik keganasannya, Balawa memiliki kebiasaan makan yang luar biasa banyak. Ia seperti tak pernah kenyang.

Suatu hari, Jagal Walakas, ayah Balawa, mendengar kabar yang membuat hatinya bergejolak.

Tersebar pengumuman bahwa siapa pun boleh mencalonkan diri sebagai jago (petarung) dari Kraton Kasepuhan.

Ada iming-iming hadiah besar bila mampu mengalahkan Raden Rajamala, jago dari Kraton Kanoman yang berada di bawah pimpinan Rupakenca dan Kencakarupa.

Dengan semangat penuh harap, Jagal Walakas pun mengutarakan niatnya kepada sang anak.

“Bagaimana, anakku? Maukah kau mencalonkan diri? Jika kau menang, hidup kita akan berubah. Bapak sudah bosan menjadi miskin,” ujar Walakas.

Balawa menatap ayahnya dengan bingung. “Kenapa Bapak berkata seperti itu?” tanyanya pelan.

Walakas pun menjawab lirih, penuh luka dan kekecewaan yang telah lama dipendam.

“Ketahuilah, Ngger... kita hidup di zaman ketika yang berkuasa adalah jabatan dan uang. Bukan lagi saatnya berharap pada kebaikan yang kita tanamkan kepada sesama,” ujarnya.

“Manusia, pada dasarnya, adalah makhluk yang lupa akan jasa dan senang meremehkan yang di bawahnya. Saatnya unjuk diri... biar mereka tahu siapa kita sebenarnya,” sambung Walakas.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#balawa #Lakon #wayang