Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 131, Terjebak dalam Kepungan, Cap-pwe Eng-hiong Bertempur Habis-habisan!

AA Arsyadani • Minggu, 6 April 2025 | 19:45 WIB
18 pendekar sakti dari Bu-tong-pai bertempur sengit melawan pasukan pemberontak.
18 pendekar sakti dari Bu-tong-pai bertempur sengit melawan pasukan pemberontak.

Jawa Pos Radar Madiun - Ouw Sian Kok dan Liu Bwee menghadapi ketegangan yang tak terduga.

Telaga Utara yang awalnya tampak kosong ternyata telah dikepung rapat oleh pasukan An Lu Shan.

Pertempuran sengit dari kedua belah pihak akhirnya tak terelakkan!

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 105, Kaisar Dimabuk Asmara, Dinasti Tang Terancam Pemberontakan

1. Dua Pendekar Parobaya Menyerang Tanpa Membunuh

Liu Bwee dan Ouw Sian Kok bertarung hebat tanpa membunuh lawan.

Dua pendekar parobaya ini hanya merobohkan musuh dengan tendangan, dorongan, totokan, atau sabetan pedang yang tidak mematikan.

Tidak ada dendam pribadi dengan An Lu Shan maupun anak buahnya.

2. Cap-pwe Eng-hiong Mengamuk Hebat

Delapan belas pendekar dari Bu-tong-pai bertarung brutal seperti harimau yang haus darah.

Pedang mereka menebas lawan tanpa ampun, menyebabkan luka fatal.

Banyak lawan tewas mengenaskan dengan perut terobek, leher tersayat, atau dada tertembus.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 107, Swi Liang Hui Semakin Lupa Daratan, Lupakan Cita-Cita Keluarga

3. Serangan Balasan An Lu Shan

Marah melihat anak buahnya berguguran, An Lu Shan memerintahkan pengawal pribadinya menyerang.

Para tokoh kangouw ikut bertempur, sebagian menghadapi Liu Bwee dan Ouw Sian Kok, sebagian lagi melawan pendekar Bu-tong-pai.

4. Pengepungan dan Pertempuran Sengit

Lebih dari seratus orang pasukan An Lu Shan mengepung para pendekar.

Delapan belas pendekar Bu-tong-pai tetap melawan gagah berani, namun akhirnya gugur satu per satu.

Setiap pendekar Bu-tong setidaknya merobohkan dua musuh sebelum tewas.

Tempat peristirahatan An Lu Shan berubah menjadi lautan darah dan mayat bergelimpangan.

5. Liu Bwee dan Ouw Sian Kok dalam Kepungan

Mereka tetap unggul dalam ilmu silat, mampu merobohkan sekitar dua puluh lawan.

Namun, jumlah musuh yang terus berdatangan membuat mereka terdesak seperti belalang dikeroyok semut.

Nantikan kelanjutan cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo