Jawa Pos Radar Madiun – Siang itu, cuaca panas sekali.
Swat Hong menghapus keringat di leher dan dahinya dengan sapu tangan sutera.
Wajahnya kemerahan, beberapa helai rambutnya kusut oleh keringat.
Namun matanya tetap bersinar penuh semangat.
Sin Liong menarik napas panjang melihat adik seperguruannya.
Swat Hong seharusnya hidup tenang bersama keluarganya.
Kenyataannya, ia justru harus berhadapan bahaya setiap saat.
Di lereng gunung Lu-liang-san, dua pendekar remaja ini berteduh di bawah pohon besar.
1. Tiba-tiba Swat Hong Menanyakan Masa Depan
Swat Hong bertanya apa yang akan dilakukan setelah tugas mereka selesai.
Sin Liong menjelaskan setelah mengembalikan pusaka ke Pulau Es, mereka akan mencari ibu Swat Hong.
2. Kemungkinan Ibu Tidak Ditemukan
Swat Hong menimpali apa yang terjadi jika ibunya tidak ditemukan atau sudah meninggal.
Sin Liong berjanji tidak akan meninggalkan Swat Hong dan mereka bisa tinggal di mana saja yang diinginkan.
Namun, Swat Hong khawatir akan merepotkan Sin Liong.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 61, Misi Pembebasan Sin Liong dan Swat Hong
3. Utarakan Perihal Pernikahan
Sin Liong mengatakan ingin mencarikan pasangan yang baik untuk Swat Hong.
Swat Hong marah dan menangis, menganggap Sin Liong kejam karena ingin meninggalkannya.
Ia bersumpah tidak akan menikah kecuali Sin Liong menikah lebih dulu.
Sin Liong mengaku tidak berniat menikah karena ingin bebas tanpa keterikatan.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 60, Swat Hong Menantang Majikan Pulau Neraka
4. Swat Hong Menyinggung Perasaan Sin Liong
Ia bertanya apakah Sin Liong mencintai Soan Cu atau Siangkoan Hui.
Sin Liong mengaku menyayangi mereka, tetapi tidak dalam arti cinta yang membuatnya ingin menikah.
Ia juga mencintai Swat Hong sebagai saudara dan sahabat, serta akan selalu melindunginya.
5. Swat Hong Terdiam, Hentikan Percakapan
Setelah mendengar jawaban Sin Liong, Swat Hong tiba-tiba bangkit dan mengajak melanjutkan perjalanan.
Ia berlari mendaki puncak tanpa menunggu jawaban Sin Liong.
Nantikan kelanjutan cuplikan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani