Jawa Pos Radar Madiun - Swat Hong yang kesal berlari tak tentu arah disusul Sin Liong di belakangnya.
Akibatnya, mereka masuk ke hutan lebat di lereng barat, padahal tujuan mereka adalah Rawa Bangkai di lereng timur.
Tiba-tiba, puluhan orang kerdil muncul dan mengepung.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 95, Sin Liong Tabah Jalani Hukuman Cambuk 100 Kali
1. Tersesat dan Dikepung
Puluhan pria bertubuh kerdil yang mengepung Swat Hong dan Sin Lion itu bersenjata aneh.
Seperti pedang berbentuk gergaji dan golok besar bercincin empat.
2. Komunikasi Gagal, Ketegangan Meningkat
Sin Liong meredam situasi, tetapi Swat Hong malah menyebut nama The Kwat Lin dan menyatakan niatnya untuk membunuhnya.
Pernyataan itu memicu kemarahan para pendekar kerdil, yang kemudian menyerang dengan pekikan tenaga dalam.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 97, Siangkoan Hui Jatuh Cinta, tapi Terikat Janji Lama
3. Pertarungan Sengit Dimulai
Para kerdil menyerang dengan cepat dan bergantian, menghindari benturan tenaga dalam.
Sin Liong dan Swat Hong bertahan, tetapi Swat Hong yang kesal mulai menyerang balik dengan pedangnya dan tenaga Inti Salju.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 98, Siangkoan Hui Terpikat Sing Liong, Ada yang Cemburu?
4. Kemenangan dan Kemunduran Lawan
Lima orang kerdil tumbang akibat serangan Swat Hong.
Melihat situasi berbalik, pemimpin mereka memberi tanda mundur.
Seluruh kelompok kerdil itu melarikan diri sambil membawa rekan-rekan yang terluka.
Nantikan kelanjutan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani