Jawa Pos Radar Madiun - Saat fajar menyingsing, Sin Liong merebahkan diri di antara bangkai lebah yang hangus, berpura-pura mati.
Tak lama kemudian, dua kakek bersama enam orang kerdil datang mendekat.
Salah satu dari mereka memeriksa nadinya, lalu menyimpulkan bahwa ia telah mati.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 126, Senasib Sepenanggungan Kehilangan Putri Tersayang
1. Strategi Sin Liong
Sin Liong berpura-pura mati di antara bangkai lebah untuk mengelabui musuh.
Siasatnya berhasil, orang-orang kerdil menganggap dia telah mati.
2. Serangan Mendadak
Saat musuh lengah, Sin Liong menyerang dan menotok salah satu kerdil.
Tujuh kerdil lainnya melarikan diri melalui pintu rahasia.
3. Interogasi Orang Kerdil
Sin Liong membebaskan totokan dan memaksa orang kerdil berbicara.
Orang kerdil awalnya menolak berbicara karena takut pada atasannya.
Sin Liong menggunakan teknik penyiksaan untuk memaksanya mengaku.
Orang kerdil akhirnya setuju menunjukkan lokasi Swat Hong.
4. Perjalanan ke Sarang Musuh
Melewati lorong bawah tanah yang rumit sepanjang lima li.
Sampai di gua besar dengan struktur berbahaya dan penuh rintangan.
Orang kerdil memperingatkan bahwa Swat Hong mungkin sudah mati.
5. Pertemuan dengan Swat Hong
Sin Liong mendengar suara Swat Hong dan memastikan ia masih hidup.
Ia mendesak orang kerdil untuk menunjukkan lokasi gadis itu.
6. Lawan Laba-Laba Raksasa
Sin Liong menemukan Swat Hong terjebak dalam sarang laba-laba besar.
Seekor laba-laba raksasa menyerangnya dengan benang lengket.
Sin Liong berhasil menebas benang dan menghindari serangan.
Laba-laba akhirnya melarikan diri ke celah batu.
7. Penyelamatan Swat Hong
Sin Liong memutus benang utama sarang agar Swat Hong bebas.
Berhasil menangkapnya sebelum terbanting ke tanah.
Membawa Swat Hong ke tempat aman dan memastikan keselamatannya.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani