Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Candabirawa Balik Bagian 1, Wujud Ajian dari Sang Begawan

Ki Damar • Selasa, 8 April 2025 | 23:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Candabirawa Balik
Ilustrasi lakon wayang Candabirawa Balik

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

TEGAL KURUSETRA telah menjadi ladang jasad para prajurit yang gugur di medan perang. Darah mengalir laksana sungai saat banjir datang.

Prabu Salya, Raja Mandaraka, merasa bahwa dirinyalah yang akan mengakhiri peperangan ini. Ia bertekad agar kerusuhan segera berakhir.

"Maafkan aku, para Pandawa. Kalian tahu bahwa aku tak tega melawan kalian. Namun keadaanlah yang memaksaku," tutur Raja Mandaraka.

Ia lantas bersemedi di tengah keramaian medan perang. Awan gelap menggantung di atas kepalanya.

Dari dalam tubuh Prabu Salya, muncul seorang buta bajang, raksasa kerdil yang disebut Candabirawa.

Sosok ini adalah ajian pusaka warisan dari ayah mertua Begawan Bagaspati, yang diberikan kepada sang menantu yang dicintainya.

Candabirawa keluar dengan menguap, seperti bangun dari tidur panjang.

"Apakah Bapak membangunkanku? Ada apa? Apakah Bapak membutuhkan bantuanku?" tanyanya sambil mengusap mata.

"Aduh, anakku Candabirawa, maafkan Bapak yang telah mengganggumu," jawab Raden Narasoma, nama muda Prabu Salya.

"Aku merasa baru saja tidur kemarin, dan kulihat Bapak masih muda. Namun kini Bapak sudah menua. Sebenarnya ada apa hingga Bapak baru memanggilku di usia setua ini?" tanya Candabirawa.

Prabu Salya duduk jongkok, seakan merayu anak kecil yang sedang merajuk.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun 

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #Lakon #wayang