Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Inginkan Mata untuk Melihat Dunia, Tokoh Wayang Ini Terus Mengeluh setelah Permintaanya Dikabulkan

Ki Damar • Kamis, 10 April 2025 | 01:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Bambang Sena
Ilustrasi tokoh wayang Bambang Sena

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

PADA suatu hari, Sri Padukaraja Mahadewa Buda menerima kedatangan seorang penduduk bernama Sena yang menghadap memohon keadilan.

Ia mengeluh, mengapa Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan dirinya tidak sempurna, yaitu tunanetra sejak lahir.

Sri Padukaraja Mahadewa Buda menasihati agar Sena tidak mencela ciptaan Tuhan. Namun, Sena terus-menerus memohon agar diberi mata yang lebar agar bisa melihat pemandangan dunia.

Sri Padukaraja Mahadewa Buda pun mengabulkan permintaan itu. Sena berterima kasih dan meninggalkan pertemuan.

Tidak lama kemudian, Sena kembali menghadap dan mengeluh bahwa memiliki mata lebar ternyata tidak enak karena mudah kemasukan debu.

Ia pun memohon agar diberi mata yang sempit saja. Permintaan ini juga dikabulkan.

Sena kembali berterima kasih dan keluar dari ruangan. Namun, baru saja sampai di luar, ia terjatuh karena matanya silau melihat halilintar menyambar di langit.

Ia pun kembali lagi dan memohon agar matanya dikembalikan buta saja.

Sri Padukaraja Mahadewa Buda mengabulkan permintaan itu dan memberinya nasihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan setiap makhluk dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apa yang sangat diinginkan belum tentu membawa kebahagiaan, dan apa yang tidak disukai belum tentu menjadi sumber penderitaan.

Jika ada bagian tubuh yang memiliki kekurangan, tentu ada bagian tubuh lain yang memiliki kelebihan.

Sena merenungkan nasihat itu dan mendapatkan pencerahan.

Setelah meninggalkan Istana Medang Kamulan, ia belajar ilmu pengobatan dan akhirnya menjadi seorang dukun yang mengobati masyarakat luas.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#mahadewa #Tokoh #wayang