Jawa Pos Radar Madiun – Setelah menyelamatkan Liu Bwee dan Ouw Sian Kok yang dikeroyok anak buah An Lu Shan di Telaga Utara, Han Lojin mengajak keduanya menuju kuil tua di tengah hutan.
Sebelum masuk, Han Lojin memberi tahu Liu Bwee bahwa ia akan bertemu seseorang yang tak disangka-sangka.
1. Pertemuan Mengharukan Liu Bwee dan Swat Hong
Swat Hong muncul dan terkejut melihat ibunya.
Ibu dan anak itu berpelukan sambil menangis haru setelah lama terpisah.
Swat Hong mengabarkan bahwa suheng-nya, Sin Liong, telah tewas.
Liu Bwee menenangkan putrinya dan meminta untuk menceritakan semuanya.
2. Swat Hong Bercerita Bertemu Soan Cu
Swat Hong mengisahkan semua pengalamannya sejak berpisah dari ibunya.
Termasuk di antaranya pertemuan dengan Soan Cu, putri Ouw Sian Kok.
Ouw Sian Kok terharu dan ingin segera menyusul ke lokasi terakhir Soan Cu.
Ia juga bertekad membantu Swat Hong menghadapi The Kwat Lin.
3. Han Lojin Memutuskan untuk Turun Tangan
Han Lojin awalnya ingin menjauhi urusan duniawi.
Namun karena pusaka Pulau Es telah hilang, ia merasa perlu ikut turun tangan.
Dia mengajak Liu Bwee dan Swat Hong ke kota raja untuk mencari The Kwat Lin.
Ouw Sian Kok ikut mendampingi mereka dan menunda pencarian putrinya untuk sementara waktu.
Tatapan mata antara Liu Bwee dan Ouw Sian Kok menunjukkan rasa saling pengertian dan dukungan dalam perjuangan mereka.
Tanpa banyak bicara, Han Lojin, Ouw Sian Kok, Liu Bwee, dan Swat Hong berangkat menuju kota raja.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani