Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 148, Sesepuh Istana Pulau Es Berpulang, Darah Menggenang di Balik Gerbang Lok-yang

AA Arsyadani • Jumat, 11 April 2025 | 00:45 WIB
Pendekar gagah dari Pulau Es dan Pulau Neraka terlibat dalam pertempuran di Gerbang Lok-yang.
Pendekar gagah dari Pulau Es dan Pulau Neraka terlibat dalam pertempuran di Gerbang Lok-yang.

Jawa Pos Radar Madiun - Kekacauan melanda negeri akibat pemberontakan An Lu Shan.

Pasukan pemerintah kewalahan menghadapi pemberontak yang terus bergerak dari utara ke selatan.

Golongan sesat memanfaatkan situasi tak menentu ini untuk kepentingan mereka, sementara rakyat menjadi korban.

1. Latar Politik dan Kepemimpinan Dinasti Tang

Kaisar Beng Ong dari Dinasti Tang digambarkan sangat lemah karena dikendalikan oleh selirnya, Yang Kui Hui.

Pengaruh buruk selir menyebabkan banyak pembesar dipecat dan digantikan oleh orang-orang dekatnya.

2. Serangan ke Lok-yang

Lok-yang, ibu kota ke dua Kerajaan Tang, menjadi sasaran serangan pemberontak.

Panglima Coa Cun memimpin pertahanan dengan gagah berani meski situasi diperburuk oleh mata-mata An Lu Shan dari dalam kota.

3. Kehadiran Han Lojin dan Rombongannya

Han Lojin, Ouw Sian Kok, Liu Bwee, dan Swat Hong terjebak di tengah konflik penyerbuan Lok-yang.

Mereka terlibat langsung dalam upaya menggagalkan pengacau dan mencari musuh utama mereka, The Kwat Lin.

4. Pertempuran di Taman Istana

Kekacauan terjadi di kediaman Pangeran Lok-yang terletak di taman belakang istana.

Di sana, sang pangeran diserang gerombolan Kiam-mo Cai-li (Wanita Pandai Berpayung Pedang) yang ingin membakar istana.

Menyaksikan itu, Swat Hong yang menaruh dendam atas kematian suhengnya, Sin Liong, menerjang Kiam-mo Cai-li.

5. Pertarungan yang Menegangkan

Swat Hong bertarung hebat melawan Kiam-mo Cai-li.

Wanita berpayung pedang itu menggunakan tiga jenis senjata mematikan: pedang payung, kuku beracun, dan rambut panjang yang menyerang seperti ular.

Kehebatan datuk sesat itu tak membuat gentar Swat Hong. 

Apalagi di sampingnya ada Han Lojin.

6. Pengkhianatan Kiam-mo Cai-li

Saat terdesak, Kiam-mo Cai-li pura-pura menyerah di hadapan Han Lojin.

Namun, tiba-tiba wanita jahat itu menyerang dan melukai sesepuh Istana Pulau Es itu dengan sebuah tusukan cepat yang mengenai di jantung.

Swat Hong membalas dan membunuh Kiam-mo Cai-li dengan tusukan di leher.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 134, Swat Hong Terbersit Pertanyaan, Apakah Kelak Sin Liong Akan Menikah?

7. Kematian Han Lojin

Kematian sesepuh Istana Pulau Es meninggalkan duka mendalam. 

Saat sekarat, Han Lojin memberi pesan terakhir kepada anak cucunya agar menghindari kekerasan dalam hidup.

Pendekar tua itu gugur di medan laga, persis di depan gerbang Gerbang Lok-yang.

Ouw Sian Kok mengajak Swat Hong dan Liu Bwee bergegas membawa jenazah Han Lojin pergi dari kota yang semakin kacau tersebut.

Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo