Jawa Pos Radar Madiun – Setelah selir Yang Kui Hui dihukum gantung, misi Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki belum berakhir.
Sebagai kaki tangan Jenderal An Lu Shan, pasangan ini menyusup ke penginapan kaisar dengan tujuan membunuh sang raja yang telah terusir.
Sayangnya, aksi mereka gagal karena keliru membunuh seorang pangeran muda.
Keduanya segera dikepung oleh para prajurit dan bertahan mati-matian.
Namun, takdir berkata lain.
1. Pertolongan Tak Terduga
Soan Cu dan Kwee Lun yang sedang mengintai dari atas pohon terkesan dengan keberanian Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki.
Mereka pun turun tangan membantu saat pasangan itu dikepung.
Pertempuran berlangsung sengit.
Berkat bantuan dua pendekar muda tersebut, Swi Nio dan Toan Ki berhasil menyelamatkan diri dari kepungan.
2. Pertemuan Kembali di Pinggir Hutan
Menjelang pagi, keempat pendekar bertemu kembali di tepi hutan.
Toan Ki mengucapkan terima kasih atas pertolongan itu.
Dalam kesempatan itu, Kwee Lun menyampaikan bahwa mereka tengah mencari Ouw Sian Kok dari Pulau Neraka.
3. Ajakan ke Tiang-an
Meski tidak mengenal nama yang dicari, Swi Nio dan Toan Ki bersedia membantu.
Toan Ki menyarankan agar mereka menuju kota Tiang-an, yang kini menjadi pusat kekuasaan baru di bawah kendali An Lu Shan.
Sekaligus tempat berkumpulnya banyak tokoh persilatan.
4. Menuju Pusat Kekuasaan Baru
Keempatnya melanjutkan perjalanan bersama, dipenuhi harapan dan rasa saling percaya menuju kota Tiang-an, pusat pergolakan dunia persilatan.
Dalam perjalanan, hubungan antara Swi Nio dan Soan Cu mulai terjalin erat.
Keduanya saling mengagumi latar belakang dan kemampuan masing-masing.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani