Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
SUATU ketika, pasukan Medang Galungan yang dipimpin Raja Kalana menggempur Kerajaan Wirata.
Banyak punggawa Wirata yang terbunuh, antara lain Arya Kulalata (anak Patih Sunggata), Arya Wiraketu, Arya Prayagnita, Arya Nirdaprawa, dan Arya Prawasata.
Karena terdesak, Prabu Basurata dan Patih Sunggata terpaksa mengungsi ke Kerajaan Purwacarita.
Setelah menaklukkan Wirata, pasukan Medang Galungan menyerang Kerajaan Gilingwesi. Pertempuran sengit pun terjadi.
Raja Kalana berhasil membunuh Patih Suktina dan punggawa lainnya seperti Arya Sudarya dan Arya Bahniwirya.
Sebaliknya, Arya Atmera (anak Patih Suktina) berhasil menewaskan Ditya Werka dan Ditya Martyawa.
Karena pihak Gilingwesi semakin terdesak, Prabu Brahmanaraja dan para punggawa yang masih hidup ikut mengungsi ke Kerajaan Purwacarita.
Saat pasukan Medang Galungan tiba, mereka disambut perang oleh pihak Purwacarita.
Tiga raksasa tersisa: Raja Kalana, Ditya Saraweda, dan Ditya Upadarwya. Mereka bertempur melawan Prabu Sri Mahapunggung.
Dalam pertarungan itu, Ditya Saraweda dan Ditya Upadarwya tewas, sedangkan Raja Kalana lari ketakutan melihat kesaktian Prabu Sri Mahapunggung.
Prabu Mahapunggung mengejarnya hingga ke Hutan Pancala.
Di sana, pertarungan kembali terjadi, dan kali ini Raja Kalana tewas di tangan sang raja Purwacarita.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani