Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Wisanggeni Gugat Bagian 2, Waktu Terhenti di Sekitarnya

Ki Damar • Selasa, 15 April 2025 | 20:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Wisanggeni Gugat
Ilustrasi lakon wayang Wisanggeni Gugat

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“WISANGGENI, sungguh kau sangat cerdas,” ujar Prabu Salya sambil tersenyum tipis.

“Kau tahu aku ingin berbicara empat mata denganmu, maka kau hentikan waktu. Duryudana, uwakmu itu, tidak akan pernah sadar selama kanan-kirinya masih tampak mendukungnya.”

Wisanggeni yang masih polos bertanya, “Apa maksud Eyang? Dan aku harus berbuat apa?”

“Buatlah mereka mengaku jujur. Buka semua yang mereka sembunyikan dari Duryudana. Bila itu terjadi, dia akan kecewa. Dan dari kekecewaan itulah kesadarannya muncul.”

Mendengar nasihat sang eyang, Wisanggeni kembali menggunakan kekuatannya.

Ia melakukan hal serupa seperti tadi, tetapi kali ini hanya Duryudana dan dirinya yang masih sadar, sementara seluruh ruangan kembali membeku dalam hening.

“Apa yang terjadi ini?” Duryudana menatap sekeliling dengan curiga.

“Mengapa mereka diam saja dan tidak bergerak? Hai Wisanggeni, apa kau sedang memainkan sulap padaku?”

“Haha... hebat, bukan?” Wisanggeni tertawa kecil.

“Sekarang, aku tanya padamu. Masihkah kau bersikukuh tak mau mengembalikan Astina kepada Pandawa? Kau begitu percaya pada orang-orang di sekitarmu, padahal kekuasaanmu ini tak abadi. Apakah kau siap mengetahui isi hati mereka yang kau anggap setia?”

“Apa maksudmu, Wisanggeni?”

“Sebegitu percayanya kah kau pada mereka yang duduk di kanan dan kirimu? Apakah kau yakin mereka tak memanfaatkanmu hanya karena kedudukanmu sebagai raja? Baiklah, Duryudana, aku akan membantumu membuka tabir itu. Aku akan buat mereka berkata jujur menjawab pertanyaan-pertanyaanmu. Dengarkanlah, orang-orang yang selama ini kau anggap setia...”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#Wisanggeni #salya #Lakon #wayang #Duryudana