Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 164, Sang Ibu Gugur di Medan Laga, Swat Hong Merasa Hidup Sebatang Kara

AA Arsyadani • Rabu, 16 April 2025 | 22:45 WIB
Swat Hong yang sedih dihibur Kwee Lun.
Swat Hong yang sedih dihibur Kwee Lun.

Jawa Pos Radar Madiun – Setelah berhasil menyelamatkan diri dari istana The Kwat Lin, Swat Hong dan Kwee Lun berlari keluar dari kota raja Tiang-an di tengah kegelapan malam.

Suasana pesta kemenangan membuat penjagaan menjadi longgar.

Hal itu memudahkan kedua pendekar muda ini untuk menyelinap keluar dari benteng perbatasan kota raja tanpa kesulitan berarti.

Saat fajar menyingsing, mereka tiba di hutan jauh dari kota raja dengan napas terengah-engah.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 134, Swat Hong Terbersit Pertanyaan, Apakah Kelak Sin Liong Akan Menikah?

1. Swat Hong Larut dalam Kedukaan

Swat Hong tampak pucat, diam membisu, dan seperti kehilangan kesadaran.

Ia sangat terpukul karena kematian ibunya yang ia tinggalkan begitu saja.

Kwee Lun juga berduka atas kematian Soan Cu, gadis yang dicintainya.

Namun ia menahan perasaannya demi mendampingi dan menghibur Swat Hong.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 133, Kesalahpahaman di Bu-tong-san: Sin Liong & Swat Hong Diserang!

2. Kwee Lun Berupaya Menenangkan Swat Hong

Swat Hong menangis dan menyesal karena meninggalkan ibunya.

Ia menangis di dada Kwee Lun dan meluapkan rasa putus asanya atas kehilangan orang-orang tercinta.

Kwee Lun menenangkan Swat Hong dengan menyebut bahwa kematian adalah takdir.

Ia mengingatkan bahwa ibu Swat Hong gugur sebagai perempuan gagah.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 132, Liu Bwee Tertawan, Leluhur Istana Pulau Es Turun Tangan

3. Peringatan tentang Pusaka Pulau Es

Kwee Lun mengingatkan pesan terakhir mendiang Liu Bwee.

Kata-kata Kwee Lun membangkitkan kembali semangat Swat Hong.

Ia berterima kasih dan mulai sadar akan tanggung jawabnya sebagai puteri Pulau Es.

4. Perpisahan Dua Pendekar Remaja

Kwee Lun mengajak Swat Hong mencari Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki yang telah dititipinya pusaka Pulau Es.

Namun, Swat Hong memutuskan untuk pergi sendiri.

Swat Hong bergegas meninggalkan Kwee Lun yang masih tertegun.

Kwee Lun memutuskan untuk kembali kepada gurunya, Lam-hai Sengjin, di Pulau Kura-kura.

Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo