Jawa Pos Radar Madiun - API menyala-nyala di telapak tangan Agni Dahana. Matanya menatap tajam ke arah utara. ''Tunggu kedatanganku, Palagan Lawu Wilis,'' katanya usai rakyat Ponorogo menobatkan dirinya sebagai utusan ke palagan itu.
Cukup lama Agni Dahana memandangi arah daerah kelak digelarnya palagan tersebut. Bersamaan dengan itu, bisik-bisik rakyat Ponorogo tentang cerita silat tak sengaja didengarnya.
''Kalian semua tidak usah khawatir! Kabar kehebatan daerah lain biarlah menjadi cerita silat, jangan ditakuti! Palagan Lawu Wilis akan jadi milikku,'' ungkap Agni Dahana.
Rentetan tawa keluar dari mulut Agni Dahana setelah ungkapan bernada kepercayaan diri berlebih itu. Kendati demikian, rakyat daerah elemen api ini lantas menimpali dengan sorak-sorai dan tepuk tangan penuh semangat.
Elemen api kini membara di dalam tubuh Agni Dahana. Keyakinannya maju ke Palagan Lawu Wilis sebagai utusan Ponorogo jadi kenyataan.
Betapa tidak, dia adalah putra sulung satu-satunya tetua di Ponorogo itu. Dengan kata lain, cuma dialah pewaris ilmu silat elemen api.
Kendati terkenal ambisius, Agni Dahana bukan pesilat sembarangan. Tak ada jagoan di Ponorogo yang tak gemetar saat berurusan dengannya.
Pernah suatu ketika, sekawanan perampok tak sengaja menghentikannya di tengah hutan. Nahas, mereka belum mengenal siapa orang yang diberhentikan ity.
Dengan sombong para perampok meminta sekantong uang yang dibawa Agni Dahana. Bahkan, salah seorang di antaranya sempat meludah ke arah Agni Dahana.
Tak banyak cingcong, Agni Dahana langsung meladeni empat bandit yang semua bertubuh kekar itu. Hanya dengan satu pukulan, semua terlempar ke semak belukar.
Mereka akhirnya takut. Itu setelah mereka sadar bahwa sasaran rampok adalah penguasa jurus tinju api.
Ya, para perampok merasakan dada panas sesaat setelah terjatuh. Jurus yang diperagakan Agni Dahana membuat para perampok pergi.
Mereka kocar-kacir dengan sekali gerak ayunan lengan kanan dan hentakan kaki kiri yang dilakukan secara bersamaan.
Semenjak saat itu, rakyat Ponorogo, baik muda maupun tua, tahu siapa Agni Dahana sebenarnya. Identitasnya sebagai satu-satunya pewaris elemen api menggaung hingga penjuru daerah.
Kini, pria yang disanjung-sanjung rakyat itu sedang sangat bersemangat. Rakyat sepakat memilihnya sebagai utusan Ponorogo ke Palagan Lawu Wilis.
''Aku tidak peduli tentang cerita silat yang beredar mengenai diriku. Yang pasti, siapapun lawan dari lima daerah lain, akan kulibas semua,'' teriak Agni Dahana kepada rakyat. (*)
*Penulis bekerja di Radar Madiun
Editor : Deni Kurniawan