Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 165, Puncak Awan Merah Kosong, Swat Hong Curiga Dikhianati Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki

AA Arsyadani • Kamis, 17 April 2025 | 20:45 WIB
Swat Hong menitipkan pusaka pulau es kepada sepasang pendekar ini.
Swat Hong menitipkan pusaka pulau es kepada sepasang pendekar ini.

Jawa Pos Radar Madiun - Saat menitipkan Pusaka Istana Pulau Es, Swat Hong meminta Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki menunggunya di Puncak Awan Merah (Tai-hang- san).

Namun, sesampainya di kediaman Tee-tok Siangkoan Houw (racun bumi), Swat Hong tak menjumpai sepasang pendekar tersebut. 

Di Puncak Awan Merah, Swat Hong tidak disambut oleh siapa pun selain Thio Sam, seorang kakek tua yang dikenal sebagai Ang-in Mo-ko, murid kepala dari sang ahli racun.

Dari kakek itulah Swat Hong mendengar bahwa Tee-tok dan puterinya telah meninggalkan tempat itu beberapa pekan sebelumnya, dan selama kepergian mereka, tidak ada tamu yang datang.

1. Swat Hong Mulai Kecewa dan Menaruh Curiga

Swat Hong menitip pesan kepada Ang-in Mo-ko agar dua orang muda itu menunggunya jika datang.

Ia berjanji akan kembali dalam dua bulan.

Swat Hong lalu pergi ke arah kota raja untuk mencari mereka di perjalanan, namun tidak berhasil.

2. Swat Hong Kecewa untuk Kedua Kalinya

Dua bulan kemudian, ia kembali ke Puncak Awan Merah, tetapi hasilnya tetap nihil.

Bahkan Tee-tok belum kembali, dan Ang-in Mo-ko mengaku cemas akan keselamatan gurunya di tengah kondisi perang.

Swat Hong semakin yakin bahwa Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki telah mengkhianatinya.

Ia berniat merebut kembali pusaka dan menghukum mereka.

Ia juga mulai menyalahkan dan memaki Bu Swi Nio sebagai murid dari ibu tirinya yang jahat.

3. Pencarian Selama Dua Tahun

Swat Hong berkelana selama dua tahun melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil.

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan dua pendekar muda itu.

Swat Hong mulai menduga bahwa keduanya melarikan diri ke barat, ke wilayah Secuan, karena takut dikejar pemerintahan baru.

4. Melanjutkan Pencarian ke Secuan

Swat Hong memutuskan pergi ke Secuan untuk mencari dan merebut kembali pusaka.

Dia juga ingin membantu kaisar lama yang sedang menyusun kekuatan melawan pemberontak.

Tekad itu muncul karena dirinya merasa sebagai sesama keturunan bangsawan. Sekaligus melanjutkan perjuangan melawan An Lu Shan dan Ouwyang Cin Cu.

Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo