Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
"MEMANG benar aku pamong para Pandawa. Maafkan aku bila tak mengetahui keresahan kalian," tutur Semar.
"Aku terlalu fokus pada orang yang aku momong, hingga lupa bahwa aku juga bertugas menjaga kesejahteraan dan kedamaian rakyat kecil," sambungnya, sambil menepuk pundak seorang pemuda pekerja kasar.
"Tolong sampaikan suara ini pada mereka, Kyai Lurah. Kami rakyat kecil hanya bisa berharap keadilan. Pajak sungguh membuat kami khawatir tidak bisa makan," kata pedagang ikan.
"Sebenarnya kami tak keberatan, tapi ekonomi sekarang sulit," imbuhnya.
"Kalian mencintai negara lebih dari diriku. Tapi aku akan berusaha mengingatkan momonganku. Aku tak bisa menjamin, kalian lihat, aku juga rakyat kecil," sahutnya.
"Kita pun tak tahu kenapa Raja Puntadewa membuat kebijakan seperti ini. Aku akan membantu kalian," lanjut Semar, menyejukkan hati rakyat.
Semar lalu menuju istana keraton.
Hari itu, banyak petinggi kerajaan berkuda dan berbusana mewah. Semar berjalan terengah-engah menaiki tangga istana.
"Sungguh, tangga ini terlalu tinggi untuk melihat kebenaran di bawah sana," keluhnya saat tiba di puncak tangga.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani