Jawa Pos Radar Madiun – Panglima Bouw mengantar Swat Hong menuju pesanggrahan terpencil yang indah di pinggir bukit.
Swat Hong sempat memperhatikan para penjaga dengan senjata aneh.
Swat Hong dipersilakan beristirahat di dalam pesanggrahan mewah itu.
Sembari menunggu kesediaan waktu kaisar untuk dapat menerimanya.
1. Pelayanan Istimewa di Pesanggrahan
Setelah Panglima Bouw pergi, dua pelayan wanita datang melayani Swat Hong.
Swat Hong merasa canggung diperlakukan selayaknya tamu agung.
Ia mencoba menenangkan diri dan mencari udara segar di luar pesanggrahan.
Namun, langkahnya dihentikan tiga pengawal yang berjaga di luar.
2. Kedatangan Panglima Bouw dan Panglima Hussin
Ketika Swat Hong hendak beristirahat, dua pembesar pasukan itu datang bersama tujuh pelayan pria membawa hidangan dari kaisar.
Panglima Bouw memberitahukan bahwa Swat Hong baru dapat menghadap kaisar lusa.
Meski merasa curiga, Swat Hong menerima hidangan sebagai bentuk penghormatan dari Kaisar.
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 153, Ambisi dan Kekejaman di Balik Pendudukan Tiang-an
3. Makan dan Minum Bersama Dua Panglima
Di tengah perjamuan, Panglima Bouw mengajak Swat Hong bersulang untuk kejayaan kaisar.
Panglima Hussin juga menawarkan anggur padang pasir.
Swat Hong minum tanpa curiga karena anggur itu terasa manis dan tidak mempengaruhi tubuhnya.
4. Swat Hong Mendadak Menguap, Mengantuk Hebat
Setelah makan dan mandi, Swat Hong merasakan kantuk yang tidak wajar.
Ia teringat kembali saat minum bersama dua panglima tersebut.
Meskipun berusaha untuk kuat, Swat Hong akhirnya terjatuh pingsan di lantai.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani