Jawa Pos Radar Madiun – Tak lama setelah matahari condong ke barat, sesosok bayangan pemuda tampak berkelebat.
Pemuda itu bertubuh tinggi besar, gagah dan tampan, dengan sebatang pedang tergantung di punggungnya, berpakaian sederhana.
Sorot matanya menyala penuh kemarahan.
Dia bukan lain adalah Kwee Lun!
Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 89, Awal Persahabatan Swat Hong dan Kwee Lun
1. Kwee Lun Diperintah Gurunya Membantu Kaisar
Dua tahun setelah berpisah dari Swat Hong, Kwee Lun kembali ke Pulau Kura-kura.
Guna memperdalam ilmu atas bimbingan gurunya, Lam-hai Sengjin.
Setahun berlatih, Kwee Lun berangkat ke Secuan untuk membantu perjuangan kaisar.
Tanpa ia tahu Swat Hong sudah lebih dulu bertemu Perwira Ahmed dari pasukan Arab.
Kwee Lun berangkat dari selatan, bertepatan dengan tibanya Swat Hong dari timur, memasuki wilayah kekuasaan Panglima Bouw.
Di sisi barak pasukan yang lain, Kwee Lun mendengar obrolan prajurit Han tentang seorang gadis yang akan dijadikan hadiah untuk Panglima Hussin.
Gadis itu dikabarkan cantik, perawan, dan mahir silat.
Kwee Lun memutuskan untuk melakukan penyelidikan ke tempat gadis itu ditawan.
3. Menerjang Penjagaan Pesanggrahan
Setelah melakukan pengintaian, Kwee Lun menyerang penjaga untuk sehingga menimbulkan keributan dan pertempuran sengit.
Di dalam pesanggarahan, Perwira Ahmad datang menolong Swat Hong dari pengaruh racun.
Setelah tersadar dengan obat penawar, perwira itu memberithu Swat Hong ada pemuda di luar yang datang hendak menyelamatkannya.
4. Swat Hong dan Kwee Lun Bertemu Kembali
Begitu tahu pemuda itu bersenjata kipas, Swat Hong langsung dapat menduga siapa dia.
Swat Hong bergegas keluar setelah pura-pura melumpuhkan Ahmed agar penyamarannya tidak terbongkar.
Swat Hong bergabung dengan Kwee Lun melawan para penjaga yang jumlahnya semakin besar.
Kwee Lun mengajak untuk melarikan diri, namun Swat Hong menolak.
Dia ingin membunuh Panglima Bouw yang telah menjebaknya terlebih dahulu.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani