Jawa Pos Radar Madiun – Dalam situasi menegangkan, Swat Hong dan Kwee Lun akhirnya mengenali sosok pemuda yang datang mendekatinya.
Pemilik suara ajaib yang sanggup menghentikan gerak ribuan pasukan itu seketika itu.
Dia adalah Sin Liong!
Pertemuan Mengharukan Saudara Seperguruan
Dengan penuh keharuan, Swat Hong melepaskan pedangnya dan berlari menubruk suhengnya sambil menangis.
Dengan penuh rasa kangen, pendekar cantik jelita itu meneriakkan rasa cintanya di hadapan ribuan prajurit.
Kwee Lun terharu menyaksikan pertemuan itu.
Dia juga merasa lega dan bersyukur atas keselamatan Sin Liong.
Penyelamatan Ajaib di Tengah Kepungan Pasukan
Sin Liong meminta Swat Hong dan Kwee Lun untuk menenangkan diri dan menyimpan senjatanya masing-maisng.
Dengan tenang, pemuda yang telah lama hilang di dalam sumur beracun itu menggandeng Swat Hong dan Kwee Lun.
Ribuan pasukan hanya memandang dan berteriak tak karuan, tanpa dapat bergerak sama sekali.
Sin Liong Bantu Luruskan Persoalan
Sin Liong dengan tenang menjelaskan bahwa mereka bukan mata-mata, melainkan korban kejahatan Panglima Bouw.
Dengan wibawa yang luar biasa, Sin Liong meminta izin untuk pergi dan meminta para prajurit untuk melaporkan kejadian itu kepada Sri Baginda Kaisar.
Keajaiban terjadi ketika Sin Liong dan kedua temannya berjalan melewati ribuan prajurit tanpa dihalangi, seolah-olah mereka tidak terlihat sama sekali.
Kaisar memutuskan untuk menggantikan Panglima Hussin dengan Perwira Ahmed.
Sin Liong, Kwee Lun, dan Swat Hong melanjutkan perjalanan mereka meninggalkan Secuan.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani