Jawa Pos Radar Lawu - Setelah terbebas dari pengepungan, Swat Hong menyuarakan keinginannya untuk tetap tinggal di Secuan, membantu kaisar membasmi pemberontakan.
Ia merasa dendam atas kematian ibunya, Soan Cu, dan kakek buyutnya.
Kwee Lun pun mendukung niat itu.
Namun, Sin Liong mengajak mereka untuk merenung.
Ia menjelaskan bahwa perang hanyalah perebutan kekuasaan duniawi, penuh darah dan penderitaan.
Membela yang benar lebih mulia daripada terlibat dalam ambisi manusia.
Swat Hong Menceritakan Pengalamannya
Swat Hong bercerita kepada suhengnya, bagaimana ia sempat ingin membantu kerajaan, namun justru hampir dikorbankan.
Ia juga kecewa belum berhasil menemukan Swi Nio dan Toan Ki yang membawa pusaka Pulau Es.
Sin Liong menasihati agar tidak cepat berprasangka buruk.
Swat Hong dan Kwee Lun Tak Menyangka Sin Liong Masih Hidup
Saat mereka mendesak Sin Liong untuk bercerita, ia mengungkapkan bahwa mustika hijau milik Swat Hong telah menyelamatkannya saat terperangkap di sumur ular.
Ia menceritakan bagaimana dirinya bertahan hingga akhirnya keluar saat sumur itu dibongkar oleh Han Bu Ong.
Ketika Kwee Lun bertanya soal keajaiban seruan yang membuat ribuan prajurit lumpuh, Sin Liong hanya tersenyum.
Ia menjelaskan singkat, tanpa mengungkapkan rahasia kekuatan dalam dirinya.
Kwee Lun Minta Petunjuk Sin Liong
Kwee Lun, percaya Sin Liong kini menjadi sosok yang luar biasa.
Dengan rasa hormat, ia meminta bimbingan.
Sin Liong pun mengajari Kwee Lun memperbaiki teknik pedang dan kipasnya.
Selama hampir sebulan perjalanan ke timur, Kwee Lun mendapat banyak pelajaran.
Dia juga mendapat petunjuk seputar latihan menghimpun sinkang.
Kwee Lun Pamit Melanjutkan Perantauan
Tiba waktunya berpisah, Kwee Lun berlutut dan menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap Sin Liong.
Swat Hong ikut terharu, namun kini hatinya lebih tenang.
Ia tidak lagi merasa kehilangan seperti dulu, karena pria yang dicintainya, suhengnya itu kini berada di sisinya.
Bersama Sin Liong, Swat Hong melanjutkan perjalanan mencari pusaka Istana Pulau Es.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani