Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 180, Bu Swi Nio dan Lie Toan Ki Bukan Pengkhianat, Apakah Pusaka Pulau Es Selamat?

AA Arsyadani • Rabu, 23 April 2025 | 23:05 WIB

Liem Toan Ki dan Bu Swi Nio menempuh perjalanan menuju Ho-san-pai.
Liem Toan Ki dan Bu Swi Nio menempuh perjalanan menuju Ho-san-pai.
Jawa Pos Radar Madiun – Di manakah sebenarnya Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki berada?

Mengapa selama bertahun-tahun sepasang pendekar yang diamanahi menyimpan pusaka peninggalan Pulau Es oleh Swat Hong itu tidak pernah menampakkan diri?

Benarkah dugaan Swat Hong bahwa keduanya berkhianat dan hendak menguasai pusaka-pusaka yang dititipkan kepadanya?

Sama sekali tidak demikian!

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 165, Puncak Awan Merah Kosong, Swat Hong Curiga Dikhianati Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki

1. Pelarian dari Kota Raja

Swi Nio dan Liem Toan Ki melarikan diri ke arah barat sepanjang malam.

Keduanya baru tiba jauh dari kota raja keesokan harinya dalam keadaan lelah.

Saat hendak beristirahat, mereka dikejar empat orang bekas rekan seperjuangan yang dipimpin Thio Sek Bi.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 111, Swi Nio Diperdaya Gurunya Menjadi Tumbal Pangeran Tang Sin Ong

2. Konfrontasi dengan Thio Sek Bi

Liem Toan Ki mencoba berdiplomasi, menjelaskan bahwa pusaka yang mereka bawa hanyalah titipan, bukan milik mereka.

Thio Sek Bi dan kelompoknya menuduh Lie Toan Ki berbohong dan menuntut pembagian pusaka, bahkan mengancam akan membawa mereka kembali ke kota raja.

Liem Toan Ki menghadapi Thio Sek Bi yang menggunakan toya dengan ilmu Kim-kauw-pang, sementara Swi Nio menghadapi tiga orang lainnya dengan mudah.

Baca Juga: Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 152, Bu Swi Nio dan Liem Toan Ki Salah Sasaran, Tewaskan Pangeran Muda!

3. Kemenangan Swi Nio dan Toan Ki

Swi Nio berhasil melumpuhkan ketiga lawannya lalu membantu kekasihnya mengalahkan Thio Sek Bi.

Keduanya merampas dua kuda terbaik dari lawan mereka dan bergegas kabur dari tempat kejadian.

Liem Toan Ki menyatakan bahwa sebenarnya bisa saja membunuh para lawan, namun merasa tidak tega karena belum tentu mereka jahat sepenuhnya.

Swi Nio setuju dengan pendapat kekasihnya.

Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo