Mengapa selama bertahun-tahun sepasang pendekar yang diamanahi menyimpan pusaka peninggalan Pulau Es oleh Swat Hong itu tidak pernah menampakkan diri?
Benarkah dugaan Swat Hong bahwa keduanya berkhianat dan hendak menguasai pusaka-pusaka yang dititipkan kepadanya?
Sama sekali tidak demikian!
1. Pelarian dari Kota Raja
Swi Nio dan Liem Toan Ki melarikan diri ke arah barat sepanjang malam.
Keduanya baru tiba jauh dari kota raja keesokan harinya dalam keadaan lelah.
Saat hendak beristirahat, mereka dikejar empat orang bekas rekan seperjuangan yang dipimpin Thio Sek Bi.
2. Konfrontasi dengan Thio Sek Bi
Liem Toan Ki mencoba berdiplomasi, menjelaskan bahwa pusaka yang mereka bawa hanyalah titipan, bukan milik mereka.
Thio Sek Bi dan kelompoknya menuduh Lie Toan Ki berbohong dan menuntut pembagian pusaka, bahkan mengancam akan membawa mereka kembali ke kota raja.
Liem Toan Ki menghadapi Thio Sek Bi yang menggunakan toya dengan ilmu Kim-kauw-pang, sementara Swi Nio menghadapi tiga orang lainnya dengan mudah.
3. Kemenangan Swi Nio dan Toan Ki
Swi Nio berhasil melumpuhkan ketiga lawannya lalu membantu kekasihnya mengalahkan Thio Sek Bi.
Keduanya merampas dua kuda terbaik dari lawan mereka dan bergegas kabur dari tempat kejadian.
Liem Toan Ki menyatakan bahwa sebenarnya bisa saja membunuh para lawan, namun merasa tidak tega karena belum tentu mereka jahat sepenuhnya.
Swi Nio setuju dengan pendapat kekasihnya.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani