Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
“BAIKLAH, Hyang Batari. Hamba bersedia demi cucu hamba,” kata Sengkuni.
“Bagus. Tapi bagaimana dengan Kurawa? Apakah mereka juga setuju?”
“Duh Hyang Batari,” jawab Sengkuni sambil tersenyum sinis. “Mereka semua itu keponakan yang bodoh. Jabatan mereka? Aku yang atur. Keputusanku pasti mereka turuti. Ini juga demi mereka.”
Durga tertawa puas.
“Haha! Kau ini makhluk paling licik dan jahat yang pernah kutemui. Baiklah, sebentar lagi cucumu akan menerima wahyu. Tapi ingat, setelah itu banyak godaan. Jika dia gagal, itu bukan urusanku.”
Batari Durga menghilang, dan mendatangi Batara Wulandrema.
“Wulandrema, kau ingat aku?”
“Tentu. Kau Batari Durga, penguasa alam jin. Ada apa?”
“Kau sudah berjanji pada Hyang Guru. Siapa pun yang bertapa di Krendayana akan kau uji. Maka kini masuklah ke dalam tubuh Lesmana Mandrakumara.”
“Kenapa aku harus menurutimu?”
“Karena itu janjimu. Uji saja. Kalau tidak lulus, ya sudah. Tapi lakukan!”
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani