Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
SUATU hari, Resi Sucandra di Padepokan Pantireja meninggal dunia.
Dewi Soma kemudian mengirim Raden Anggara dan Raden Buda untuk memberi tahu ayah mereka di Gunung Aswata, sedangkan Raden Sukra tetap tinggal untuk mengurusi pemakaman sang kakek.
Kedua remaja itu pun berangkat melaksanakan perintah, namun tak lama kemudian kembali ke Pantireja tanpa membawa serta sang ayah.
Mereka menceritakan bahwa sang ayah, yang kini bergelar Resi Wrehaspati, memilih menetap di Gunung Aswata sebagai seorang pendeta dan belum bisa pulang karena masih menunggu izin dari para dewata.
Mereka juga melaporkan bahwa di pertapaan itu terdapat seorang wanita cantik yang melayani segala keperluan sang ayah.
Mendengar laporan tersebut, Dewi Soma sangat marah.
Ia pun segera pergi ke Gunung Aswata untuk melabrak Resi Wrehaspati beserta selingkuhannya.
Resi Wrehaspati merasa serbasalah menghadapi kemarahan istrinya yang tiba-tiba mencaci maki di hadapan umum.
Dalam kemarahannya, Dewi Soma mengutuk Batari Basundari agar kelak menerima karma serupa—didua oleh suaminya sendiri.
Ia juga mengutuk Batari Basundari akan mengalami "sungsang bawana balik," yakni kehinaan yang luar biasa.
Setelah mengucapkan kutukan tersebut, Dewi Soma kembali ke Padepokan Pantireja, membawa kesedihan yang tak terlukiskan di hatinya.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani