Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
DI Desa Cangkring, Dewi Sinta yang telah kembali memakai nama Dewi Basundari hidup dalam kesederhanaan.
Ia mengasuh Jaka Wudug, putranya, yang kini telah berusia dua tahun.
Suatu hari, Jaka Wudug menangis keras-keras meminta makan.
Dalam kondisi lelah dan emosi, Dewi Basundari memukul anaknya dengan centong hingga meninggalkan bekas luka di belakang kepala Jaka Wudug.
Ketika masakan telah selesai, ia baru menyadari bahwa putranya telah pergi entah ke mana.
Baca Juga: Jaka Wudug Dirawat Sang Bunda Seorang Diri, Ternyata Ibunya Bukan Tokoh Wayang Sembarangan
Dewi Basundari sangat menyesal. Ia mencari anaknya ke segala penjuru, namun tak berhasil menemukannya.
Dalam keputusasaan, ia bertapa memohon petunjuk para dewata.
Ia merasa kesulitan melakukan perjalanan mencari anaknya dalam wujud seorang wanita, sehingga memohon agar bisa berganti kelamin menjadi laki-laki, agar perjalanan menjadi lebih mudah.
Setelah beberapa hari bertapa tanpa makan dan tidur, permohonannya dikabulkan.
Batara Narada datang membawa anugerah dari Batara Guru untuk mengubah wujudnya menjadi laki-laki.
Baca Juga: Tokoh Wayang Ini Mengutuk Batari Basundari, Apa Alasannya?
Secara ajaib, Dewi Basundari berubah menjadi seorang pria tampan, dan diberi nama baru: Raden Sintawaka.
Batara Narada juga mengajarkan berbagai ilmu kesaktian sebagai bekal perjalanan.
Sebelum pergi, Batara Narada berpesan agar Raden Sintawaka mengabdi terlebih dahulu kepada Prabu Heryanarudra di Kerajaan Gilingaya.
Kelak, ia akan kembali menjadi wanita jika telah berhasil bertemu kembali dengan Jaka Wudug di negeri tersebut.
Dengan penuh tekad dan rasa syukur, Raden Sintawaka memohon restu dan segera berangkat menuju Gilingaya, ke arah barat.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani