Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengupas Cerita Silat Kho Ping Hoo Bagian 193, Semua Mata Terbelalak ketika Pusaka Pulau Es Dibuka Swat Hong di Depan Para Pendekar!

AA Arsyadani • Rabu, 30 April 2025 | 17:05 WIB
Sin Liong dan Swat Hong membelah kerumunan pendekar yang mengepung markas Hoa-san-pai.
Sin Liong dan Swat Hong membelah kerumunan pendekar yang mengepung markas Hoa-san-pai.

Jawa Pos Radar Madiun – Setelah kedatangan Sin Liong dan Swat Hong, Toan Ki dan Swi Nio pamit undur diri sejenak.

Pasangan suami istri (pasutri) pendekar itu mengambil pusaka-pusaka peninggalan Pulau Es di dalam markas Hoa-san-pai.

Dengan sikap hormat, pasutri ini menyerahkan bungkusan itu sambil menjura.

Keduanya menyatakan bahwa mereka mengembalikan pusaka yang telah dititipkan kepada mereka dengan hati yang lega.

Akhirnya dapat melepaskan tanggung jawab yang selama ini begitu berat.

Pusaka Pulau Es Diterima Kembali oleh Swat Hong

Swat Hong lalu membuka bungkusan itu dan memeriksa isinya.

Setelah memastikan bahwa pusaka-pusaka tersebut masih lengkap, ia tampak semakin kagum kepada pasangan itu.

Ia bahkan berkata kepada Sin Liong bahwa mereka berdua sepatutnya membalas budi atas kebaikan Toan Ki dan Swi Nio.

Sin Liong mengangguk sambil tersenyum.

Mereka Terbelalak Menyaksikan Pusaka di Depan Mata

Para pendekar yang mendatangi markas Hoa-san-pai yang sejak tadi memandangi pusaka tak dapat menahan rasa keinginannya yang besar.

Tidak ada satu pun dari mereka yang mau menyerah begitu saja setelah melihat pusaka Pulau Es dengan mata kepala sendiri.

Niatan dari mereka untuk merebutnya pusaka keramat itu pun semakin kuat.

Suasana Memanas, Sin Liong Angkat Bicara

Dengan tenang, Sin Liong menyampaikan bahwa pusaka-pusaka itu telah kembali ke tangan pemilik sahnya dan akan dibawa kembali ke Pulau Es.

Ia memohon agar para tokoh yang hadir bersedia menghormati Hoa-san-pai dan tidak mengganggu tempat itu lagi.

Namun, ucapan Sin Liong disambut dengan teriakan-teriakan dari berbagai pihak yang menyatakan ketidakpuasannya.

Mereka tidak akan membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja.

Ada yang bersikeras ingin mendapatkan pusaka, meminta bagian, bahkan terang-terangan menunjukkan niat mereka.

Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#Bu Kek Siansu #Cerita Silat #Kho Ping Hoo