Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Serakahnya Prabu Watugunung! Tokoh Wayang Ini Nikahi 803 Perempuan, Dua di Antaranya Punya Ikatan Darah

Ki Damar • Rabu, 30 April 2025 | 03:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Sinta istri Prabu Watugunung
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Sinta istri Prabu Watugunung

Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

ARYA Prangbakat tiba di Kerajaan Gilingwesi untuk menyampaikan laporan kemenangan pasukan Gilingwesi di Semenanjung Malaya kepada Prabu Watugunung dan Patih Suwelacala.

Selain membawa kabar gembira, Arya Prangbakat juga mempersembahkan seorang perempuan yang ditemukannya di Hutan Roban, dialah Dewi Sinta.

Prabu Watugunung menyambut laporan tersebut dengan suka cita. Namun, kebahagiaan itu berlipat ganda saat ia melihat sosok Dewi Sinta.

Kecantikannya memukau, membuat Prabu Watugunung seketika melupakan niat awalnya untuk memperistri Dewi Tumpak.

Sesungguhnya, Dewi Sinta adalah seorang bidadari, putri Batara Anantaboga. Karena itu, ia memiliki wujud yang awet muda dan cantik sepanjang masa.

Ia sendiri sama sekali tidak tahu bahwa Prabu Watugunung yang kini berdiri di hadapannya adalah anak kandungnya yang telah lama hilang sejak usia dua tahun.

Sebaliknya, Prabu Watugunung pun sudah lupa pada wajah ibu kandungnya. Satu-satunya yang ia ingat hanyalah bahwa ibunya bernama Dewi Basundari.

Sementara itu, Patih Suwelacala telah memimpin upacara penyambutan bagi rombongan Arya Kurantil yang pulang membawa Dewi Darti dan delapan ratus orang Putri Domas dari negeri seberang.

Setibanya mereka di Gilingwesi, Prabu Watugunung mempersunting semua perempuan yang dibawa dari Semenanjung Malaya, termasuk Dewi Darti dan para Putri Domas.

Ia juga tetap menikahi Dewi Tumpak, yang sebelumnya telah ia lamar.

Baca Juga: Lakon Wayang Wulandrema Oncat Bagian 1, Kekhawatiran Sang Jelmaan Wahyu Cakraningrat

Dengan demikian, dalam satu peristiwa besar, Prabu Watugunung menikahi 803 orang wanita secara sekaligus.

Tanpa ia sadari, dua di antaranya adalah darah dagingnya sendiri. Mereka yakni Dewi Tumpak, putri kandungnya, dan Dewi Sinta, ibu kandungnya.

Namun dari semua istri itu, Dewi Sinta menjadi yang paling disayanginya. Ia menjadikannya pendamping utama.

Sementara Dewi Tumpak, Dewi Darti, dan para Putri Domas hanya diberi istana masing-masing, tanpa pernah diajak hidup sebagai istri sejati. Mereka dijadikan istri dalam gelar, tetapi tak pernah tersentuh hubungan suami istri.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#sinta #Tokoh #wayang #Watugunung