Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
ABIMANYU kemudian meminta Semar agar selalu membimbingnya. Di sebuah jalan setapak, mereka bertemu seorang gadis cantik yang berpakaian sederhana.
Kulitnya putih bersih, pandangan matanya sejuk, dan bibirnya merah merona. Hati Abimanyu bergetar.
“Bantulah aku, Raden. Suamiku telah dibunuh. Aku punya tiga anak. Bawalah aku bersamamu,” pinta sang wanita.
“Maafkan aku, Sang Dewi. Aku hanya manusia biasa. Bagaimana aku bisa membawamu? Tunggulah di sini, aku akan mencarikan bantuan,” jawab Abimanyu.
“Sungguh, Raden... aku menginginkanmu. Kau sangat tampan dan perkasa. Aku tak ingin lelaki lain.”
Abimanyu menarik napas dalam-dalam.
“Baiklah, aku akan menjadi suamimu. Tapi tidak sekarang. Pergilah ke Tanah Wirata. Kelak kita akan menjadi pasangan yang menurunkan raja-raja di Tanah Jawa,” ucapnya.
Baca Juga: Lakon Wayang Wulandrema Oncat Bagian 1, Kekhawatiran Sang Jelmaan Wahyu Cakraningrat
Perkataan itu sejatinya bukan berasal dari Abimanyu, melainkan dari Batara Wulandrema yang telah manunggal dalam dirinya.
Ucapan itu adalah isyarat bagi sang wanita yang sebenarnya adalah Batari Wulandremi untuk pergi ke Negeri Wirata.
Di sanalah ia akan menitis pada putri Prabu Matsapati, yakni Dewi Utari. Kelak, Abimanyu akan menikahi Dewi Utari, yang masih merupakan kerabatnya sendiri.
Pada akhirnya, Abimanyu pulang dengan bangga ke Amarta dengan membawa Wahyu Cakraningrat.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarat
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani