Jawa Pos Radar Madiun – Sin Liong kembali menunjukkan kesaktiannya bak manusia setengah dewa.
Dia tak bergeming saat menghadapi keroyokan puluhan pendekar kangouw yang ingin merebut pusaka.
Meski dihujani serangan bertubi-tubi, Sin Liong tetap berdiri tenang tanpa menggerakkan satu jari pun!
1. Dikepung Puluhan Pendekar Sakti
Pendekar kangouw yang dipimpin Thian-tok (Racun Langit) dan Thian-he Tee-it (Jagoan Nomor Satu di Kolong Langit) berniat merebut pusaka Pulau Es dengan kekerasan.
Mereka serempak maju menyerbu bersama-sama.
Tapi sebelum tangan mereka menyentuh tubuh Sin Liong, kekuatan mereka menghilang seketika.
Tubuh mereka terhuyung dan hampir saling bertubrukan hanya karena berhadapan dengan Sin Liong yang berdiri tenang dan tersenyum tenang.
2. Thian-tok dan Ciang Ham Turun Tangan
Geram melihat kegagalan itu, Thian-tok dan Thian-he Tee-it maju sendiri.
Dua pendekar sakti itu menyerang dengan tongkat dan tombak pusaka.
Namun, serangan mereka justru terpental!
Telapak tangan mereka panas, kepala benjol, bahkan tombak berbalik melukai dirinya sendiri.
3. Dihujani Belasan Senjata, Sin Liong Tetap Tenang
Para pendekar lainnya kembali menyerang bersamaan.
Tapi hasilnya sama saja.
Senjata mereka terpental, tubuh mereka terpelanting ke tanah.
Sin Liong tetap berdiri dengan pakaian robek tapi tubuh utuh.
4. Para Pendekar Itu Akhirnya Melarikan Diri
Menghadapi kesaktian tingkat dewa yang belum pernah mereka temui, Thian-tok dan Thian-he Tee-it akhirnya meminta maaf dan kabur.
Melihat kedua pemimpin mereka lari, para tokoh kang-ouw lain pun lari tunggang langgang meninggalkan Sin Liong.
Nantikan ulasan cerita silat Bu Kek Siansu selanjutnya di Radar Madiun! (fin)
Editor : Mizan Ahsani