Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
SAAT ini, Kerajaan Kistina yang terletak di Semenanjung Malaya tengah dikepung musuh.
Prabu Darta, Raja Kistina, memiliki adik perempuan bernama Dewi Darti, seorang putri yang sangat cantik dan memikat hati banyak raja.
Namun, tak satu pun lamaran dari para raja itu diterimanya, sehingga mereka memilih pulang dengan sukarela ke negeri masing-masing.
Namun, berbeda dengan yang lain, seorang raja raksasa bernama Prabu Grawa dari Kerajaan Malawa tetap bersikeras.
Ia bahkan mendirikan perkemahan di sekitar Kerajaan Kistina, mengepung wilayah itu demi memaksa Dewi Darti menjadi istrinya.
Prabu Darta tak mampu mengimbangi kesaktian Prabu Grawa, hingga yang bisa ia lakukan hanyalah mengulur waktu sambil berharap datangnya bala bantuan.
Melihat situasi itu, Danghyang Suktina menyarankan kepada Prabu Watugunung untuk membantu Prabu Darta mengalahkan Prabu Grawa.
Sebagai balas jasa, Prabu Darta pasti akan bersedia membantu mengumpulkan delapan ratus Putri Domas dari negeri seberang.
Prabu Watugunung menerima saran tersebut, lalu mengirim para adik dan sepupunya, para arya yang dipimpin oleh Arya Kurantil, menuju Kerajaan Kistina di Semenanjung Malaya.
Setibanya di sana, Arya Kurantil dan rombongannya langsung terjun ke medan pertempuran melawan pasukan Prabu Grawa.
Pertempuran besar pun terjadi. Prabu Grawa akhirnya tewas di tangan Arya Kurantil, sementara menteri utamanya, Patih Santakya, menyerah tanpa syarat.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani