Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
ARJUNA dibisiki Semar, bahwa makhluk-makhluk itu adalah perlambang hawa nafsu yang dulu pernah bersemayam dalam diri Resi Gunawan Wibisana.
“Dasar kalian para nafsu angkara. Apa maksud kedatangan kalian? Pergilah sebelum aku murka!” bentak Arjuna.
Keempat nafsu marah karena mereka disangka gangguan.
“Aku datang dari jauh, ingin meraih kesempurnaan dari dirimu. Kenapa malah kau usir begitu saja?” kata si merah kesal.
“Siapa yang mau menyempurnakan kalian? Kalian pantasnya dihancurkan!” balas Arjuna.
Terjadilah pertempuran sengit. Arjuna menghunus pusaka Pasupati dan menebas keempat nafsu itu hingga lenyap entah ke mana. Kyai Semar lalu menyuruh Arjuna duduk tenang.
“Mereka tidak musnah, hanya menghilang untuk sementara. Nafsu itu akan selalu hidup dalam diri manusia. Maka waspadalah, Gus. Jika manusia menyembah nafsunya, ia akan menjadi budaknya sendiri. Jadilah seperti kusir yang sanggup mengendalikan kereta hawa nafsu.”
Arjuna kembali menuju Amarta dan bertemu dengan sukma Kumbakarna.
“Wahai satria tampan, siapa kau? Melihatmu mengingatkanku pada seorang raja Pancawati dulu,” tanya Kumbakarna dengan lembut.
Namun Arjuna menganggap Kumbakarna hanyalah raksasa jahat.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani