Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
LANGIT tiba-tiba gelap, petir menyambar. Batara Guru berubah wujud menjadi raksasa besar dan buruk rupa.
“Aduh Kakang Ismaya... mengapa wajahku berubah menjadi raksasa?” tanyanya panik.
“Itu bukan karena aku,” jawab Ismaya. “Tapi karena sifatmu sendiri — serakah dan egois seperti raksasa.”
Baca Juga: Diduga Jalankan Praktik Prostitusi Terselubung, Warung Remang-Remang Siman Bakal Ditutup Permanen
Batara Guru menunduk malu dan meminta maaf.
“Kau akan kembali ke wujud semula bila wahyu itu diberikan pada orang yang semestinya.”
Mendengar itu, Batara Guru turun ke bumi menemui Dewa Srani. Di tengah hutan, Dewa Srani sedang bersuka cita karena telah menerima wahyu Tohjali.
Baca Juga: Mengenal Begawan Sukra, Tokoh Wayang Pembawa Kabar Buruk untuk Prabu Watugunung
Ia berniat membunuh Arjuna yang dianggap sebagai penghalangnya.
“Ibu, bolehkah aku membunuh Kakang Arjuna? Dengan wahyu ini, dia pasti tunduk padaku,” katanya pongah.
Durga tertawa senang. “Jangankan membunuh Arjuna, seluruh Amarta pun kuasailah, ngger. Aku akan membantumu.”
Baca Juga: Lakon Wayang Sinta Tundung Bagian 1, Jeritan Seorang Istri di Tengah Sidang
Dewa Srani pun mencari Arjuna yang tengah bertapa. Ia mengganggunya dan membuat Arjuna terkapar tak berdaya.
“Bagaimana, Kakang Arjuna? Kini kau tunduk padaku?” ujarnya sambil tertawa.
Dari langit, turunlah sosok raksasa yang disangka Dewa Srani sebagai Batara Kala.
“Oh Kanjeng Rama Pukulun Batara Kala, hamba menyambut kedatangan paduka!”
(*/naz)
Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani