Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerita Silat Palagan Lawu Wilis: Anila Nurani Ambil Serangan Pertama, Agni Dahana Membalas dengan Pukulan (58)

Deni Kurniawan • Selasa, 6 Mei 2025 | 23:17 WIB
Ilustrasi cerita silat Palagan Lawu Wilis.
Ilustrasi cerita silat Palagan Lawu Wilis.

Cerita silat original Deni Kurniawan*

DUA lengan Anila Nurani memutar-mutar. Sebuah bola angin muncul. Semula kecil, lama-lama membesar. Setiap rakyat di arena tarung utama Palagan Lawu Wilis terkesima melihat kekuatan utusan Magetan itu. ''Itu jurus seperti saat melawan Banyu Mangadem, persis seperti cerita silat yang kudengar selama ini,'' kata seorang rakyat.

Anila lantas ambil kuda-kuda. Tampaknya, dia memutuskan menyerang lebih dulu. Rakyat di Palagan Lawu Wilis yang melihat gerakan Anila itu ikut menahan napas.

Selanjutnya, Anila menekuk kaki kanannya ke samping.

Kaki kirinya, lurus ke arah berlawanan.
Bola angin diangkatnya ke atas dengan kedua lengan.

Tahu Anila siap melesatkan kekuatan anginnya, Agni Dahana bersiap-siap.

Dia menyilangkan tangannya. Seketika itu muncul aura api menyerupai perisai.

Anila segera melesat ke depan ke arah Agni.

Bola angin lantas dihantamkannya ke utusan Ponorogo itu.

Tubuh Agni bergeser berapa jengkal ke belakang.

Bersamaan dengan itu, kepalan tangan kanan Agni menggenggam semakin kuat.

Aura api keluar dari kepalan tersebut.

Tak lama-lama, pukulan dari arah bawah melayang ke dagu Anila.

Anila berhasil mengelak. Dia mundur beberapa hasta.

Kain putih yang terikat di pinggang Anila terkibas-kibas.

Dua pesilat itu kini sama-sama berdiri di tengah arena Palagan Lawu Wilis.

Aura api dan pusaran angin menaungi keduanya.

Dua kekuatan baru saja bertemu dan mengawali cerita silat masing-masing. (*)

*Penulis bekerja di Radar Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#magetan #Cerita Silat #Agni Dahana #Palagan Lawu Wilis #Anila Nurani #ponorogo