Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
KABAR hilangnya pamomong agung negara Amarta, yaitu Kyai Semar, membuat para Pandawa diliputi kekhawatiran.
Mereka takut jika Kyai Semar sudah tidak mau lagi bersama mereka karena suatu alasan yang tak diketahui.
Prabu Puntadewa, sebagai raja Amarta, tidak tinggal diam.
Baca Juga: Lakon Wayang Wahyu Tohjali Bagian 1, Hadirnya Sang Penguasa Alam Jin
Ia tahu, sebuah negara yang kehilangan Semar sebagai pamomong akan seperti tanah tandus yang kehilangan kesuburannya.
“Kakang Semar harus segera ditemukan dan diminta kembali ke Amarta, Yayi. Beliau adalah dewa yang mangejawantah. Petuah dan ilmunya sangat berguna bagi kejayaan negara dan para Pandawa. Tak boleh kita sia-siakan,” ujar Sri Kresna.
“Saya pun merasakan hal yang sama, Kaka Prabu. Kakang Semar adalah sosok yang mengasuh kami sejak lama. Tak mungkin kami melupakan beliau,” sahut Puntadewa.
Namun, Bima terlihat geram dan melayangkan tuduhan pada Arjuna.
Baca Juga: Ikuti Dewa-Dewa ke Suralaya, Tokoh Wayang dari Desa Ini Sanggup Kalahkan Para Raksasa
“Bagaimana mungkin kau tidak tahu, Arjuna? Seharusnya kau tahu di mana Kakang Semar berada. Bukankah ia selalu dekat denganmu? Jangan-jangan kau telah mengusirnya atau melakukan sesuatu yang membuatnya kecewa. Katakan yang jujur!”
Arjuna menjawab dengan tenang namun sedih.
“Jika harus dihukum, aku pasrah, Kakang Mas. Sungguh, aku tak tahu alasan kepergian Kakang Semar. Yang aku tahu, beliau adalah dewa mangejawantah. Barangkali beliau tengah menjalankan misi ilahiah yang tak bisa kita ketahui. Sesuatu yang dirahasiakan para dewa.”
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani