Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Wahyu Pancadarma Bagian 5, Ketika Manusia Sudah Mengenal Tuhan

Ki Damar • Rabu, 7 Mei 2025 | 02:15 WIB
Ilustrasi lakon wayang Wahyu Pancadarma
Ilustrasi lakon wayang Wahyu Pancadarma

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“APA yang menghalangi raga menjalankan kehendak sukma sejati, Pukulun?” tanya Semar penuh rasa ingin tahu.

Ismaya mengangguk. “Yang menjadi penghalang adalah nafsu. Nafsu adalah dinding antara kesucian sukma dan kelemahan manusia. Nafsu membuat manusia lalai.”

Ismaya hanya tersenyum.

Baca Juga: Cerita Silat Palagan Lawu Wilis: Anila Nurani Ambil Serangan Pertama, Agni Dahana Membalas dengan Pukulan (58)

“Namun, ketahuilah... nafsu tidak bisa dibunuh. Ia hanya bisa dikendalikan dengan ibadah yang taat dan puasa yang sungguh-sungguh. Hanya lewat laku prihatin manusia bisa menundukkan nafsu.”

“Lalu, bagaimana lagi caranya, Pukulun?” tanya Semar merendah.

“Bila manusia mampu menundukkan nafsu, maka ia akan mengenal Tuhannya. Ia sadar dirinya fana. Ia tak akan sombong, melainkan rendah hati.”

Baca Juga: Lakon Wayang Wahyu Tohjali Bagian 1, Hadirnya Sang Penguasa Alam Jin

Semar menunduk dalam-dalam.

“Duh Pukulun... aku merasa bersalah karena sempat mencurigaimu. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi di Kahyangan, agar aku tidak selalu was-was.”

Ismaya memahami maksud Semar, dan tidak marah. Ia tahu Semar tulus bertanya karena cinta.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#semar #Lakon #wayang