Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Wahyu Pancadarma Bagian 6, Jangan Hanya Memuja Orang Berpangkat

Ki Damar • Rabu, 7 Mei 2025 | 02:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Wahyu Pancadarma
Ilustrasi lakon wayang Wahyu Pancadarma

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“SEMAR,” ujar Ismaya, “ketahuilah... tidak semua rahasia langit boleh kau ketahui. Bila kau mengetahui semuanya, maka itu akan mengubah jalan takdir manusia.”

Setelah berkata demikian, Ismaya pun manunggal kembali ke dalam tubuh Semar.

Ia juga meninggalkan sebuah bisikan, sebuah ajaran luhur yang menyerupai wahyu Pancadarma, yakni lima nilai utama pengabdian manusia kepada Tuhan.

Baca Juga: Mengenal Begawan Sukra, Tokoh Wayang Pembawa Kabar Buruk untuk Prabu Watugunung

Kelima nilai itu adalah mengingat Tuhan, taat beribadah, saling menghormati, toleransi, dan mengasihi.

Saat Hyang Ismaya menyatu kembali, tubuh Semar menjadi bugar dan terang kembali.

Tak lama kemudian, para Pandawa berhasil menemukan Semar.

“Duh Kakang Semar, mengapa kau pergi tanpa pamit? Apakah kami, para Pandawa, melakukan kesalahan?” tanya Puntadewa.

Baca Juga: Cerita Silat Palagan Lawu Wilis: Anila Nurani Ambil Serangan Pertama, Agni Dahana Membalas dengan Pukulan (58)

“Duh Sinuwun... kalian tidak bersalah. Aku hanya ingin memberi peringatan. Pembelajaran tentang menghargai rakyat kecil sepertiku lebih penting daripada memuja orang berpangkat. Karena tanpa rakyat, pemimpin bukanlah siapa-siapa.”

Puntadewa menunduk. “Maafkan kami, Kakang. Kami kadang lalai. Kami terlalu mementingkan orang-orang berpangkat, dan melupakan rakyat kecil.”

Sri Kresna juga mengangguk pelan, turut menyesali kelalaiannya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#Pandawa #semar #Lakon #wayang