Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
“SEMAR,” ujar Ismaya, “ketahuilah... tidak semua rahasia langit boleh kau ketahui. Bila kau mengetahui semuanya, maka itu akan mengubah jalan takdir manusia.”
Setelah berkata demikian, Ismaya pun manunggal kembali ke dalam tubuh Semar.
Ia juga meninggalkan sebuah bisikan, sebuah ajaran luhur yang menyerupai wahyu Pancadarma, yakni lima nilai utama pengabdian manusia kepada Tuhan.
Baca Juga: Mengenal Begawan Sukra, Tokoh Wayang Pembawa Kabar Buruk untuk Prabu Watugunung
Kelima nilai itu adalah mengingat Tuhan, taat beribadah, saling menghormati, toleransi, dan mengasihi.
Saat Hyang Ismaya menyatu kembali, tubuh Semar menjadi bugar dan terang kembali.
Tak lama kemudian, para Pandawa berhasil menemukan Semar.
“Duh Kakang Semar, mengapa kau pergi tanpa pamit? Apakah kami, para Pandawa, melakukan kesalahan?” tanya Puntadewa.
“Duh Sinuwun... kalian tidak bersalah. Aku hanya ingin memberi peringatan. Pembelajaran tentang menghargai rakyat kecil sepertiku lebih penting daripada memuja orang berpangkat. Karena tanpa rakyat, pemimpin bukanlah siapa-siapa.”
Puntadewa menunduk. “Maafkan kami, Kakang. Kami kadang lalai. Kami terlalu mementingkan orang-orang berpangkat, dan melupakan rakyat kecil.”
Sri Kresna juga mengangguk pelan, turut menyesali kelalaiannya.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani