Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
“DUH, Pukulun... maafkan hamba karena tak mengetahui bahwa Raden Kiratarupa tadi adalah Paduka,” ucap Ciptaning, nama lain Arjuna saat sedang bertapa.
Batara Guru memang menyamar sebagai seorang satria bernama Raden Kiratarupa dan menguji kemampuan memanah Ciptaning.
Arjuna sangat terkejut ketika menyadari bahwa lawannya tadi adalah penguasa Kahyangan Suralaya sendiri.
“Titah ulun, Ngger Ciptaning, tidak mengapa,” jawab Batara Guru tenang.
“Sebenarnya, yang kulakukan hanyalah menguji kanuragan lahirmu. Sebab ujian-ujian sebelumnya telah berhasil kau lalui, mulai dari ujian hawa nafsu hingga ujian keilmuan yang diberikan Batara Indra.”
Batara Guru menatap Ciptaning dengan bangga.
“Duh, Pukulun... hamba sangat terharu mendengar sabda Paduka. Sesungguhnya hamba merasa diri ini masih sangat kurang dalam ilmu apa pun. Maka dari itu hamba terus bertapa, memohon welas asih dari Hyang Agung,” ucap Ciptaning dengan kepala tertunduk, tak berani menatap wajah Hyang Guru.
“Arjuna, kau selalu merendah, padahal dirimu adalah kesatria luhur yang gemar tirakat. Karena itu, tak salah bila aku akan memberikan anugerah ini kepadamu,” ujar Batara Guru sambil mendekat.
Ciptaning merasakan aura yang luar biasa dahsyat saat Batara Guru makin dekat kepadanya.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani