Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
PRABU Wisnupati kembali ke istana Medang Kamulan dan menerima kunjungan kakaknya, Batara Bayu.
Adapun Batara Bayu diutus oleh Batara Sambu untuk melamar putri Prabu Wisnupati, Dewi Ardanari, agar dinikahkan dengan putranya, Batara Sambodana.
Lamaran itu diterima dengan senang hati.
Pada hari yang telah ditentukan, Batara Sambu datang mengiringkan pengantin pria.
Hadir pula Batara Indra dan para dewa dari Kahyangan Suralaya, serta Prabu Brahmaraja dan Patih Suktina dari Kerajaan Gilingwesi.
Bahkan Batara Guru dan Batara Narada juga hadir memberikan restu.
Saat upacara berlangsung, seorang putra Prabu Wisnupati bernama Batara Padmabuja yang gemar bergurau, tanpa sengaja melangkahi bayangan Batara Guru.
Prabu Wisnupati sangat murka dan menuduh putranya itu bertindak ceroboh seperti raksasa.
Ucapan tersebut menjadi kutukan. Wujud Batara Padmabuja langsung berubah menjadi raksasa berlengan panjang.
Batara Padmabuja menangis memohon ampun, tetapi kutukan tak bisa dicabut.
Prabu Wisnupati hanya bisa berjanji bahwa kelak ia akan menitis dalam diri seorang pangeran dari Ayodya bernama Raden Sri Rama.
Ia berjanji kelak di wujud pangeran tersebut akan meruwat Batara Padmabuja dan mengembalikannya ke wujud dewa.
Batara Padmabuja pun diperintahkan bertapa di Hutan Dendaka, Tanah Hindustan, menunggu kedatangan sang juru ruwat. Ia pun diberi nama baru: Ditya Dirgabahu.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani