Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
BATARA Narada sangat gembira melihat Tetuka telah menjadi tampan dan sakti.
Sebagai penghargaan, Batara Guru menghadiahkan padanya Caping Basunanda, Kotang Antrakusuma, dan Talumpah Padhakacerna.
Tiga anugerah sakti yang membuat Tetuka bisa terbang tanpa sayap, tahan panas, dan kebal air hujan.
“Karena kau telah memperoleh banyak kekuatan dari para dewa, maka mulai hari ini namamu adalah Raden Gatutkaca,” ujar Batara Guru.
“Artinya kumpulan dari segala senjata tajam. Kau tak perlu membawa senjata, sebab tubuhmu adalah senjata itu sendiri.”
“Terima kasih, Pukulun,” ucap Gatutkaca dengan takzim.
“Tapi jangan terlalu gembira dulu. Lihatlah ke Kahyangan, suara gemuruh telah terdengar. Dia adalah Prabu Kala Pracona, Raja Gilingwesi. Apa yang akan kau lakukan?”
“Duh Pukulun, hamba akan mengalahkan Kala Pracona. Silakan Paduka duduk santai dan nikmati hidangan,” jawab Gatutkaca penuh percaya diri.
Batara Guru tersenyum bahagia. Ia menaruh harapan besar pada Tetuko, karya para dewa yang paling tangguh.
“Berani sekali kau membunuh patihku, hai Tetuka!” seru Kala Pracona. “Dasar bayi sulapan!”
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun
Editor : Mizan Ahsani