Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Prabu Nagatawingnya Bagian 7-Habis, Ketika Dua Kekuatan Luar Biasa Saling Beradu

Ki Damar • Selasa, 13 Mei 2025 | 03:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang Prabu Naga Tawingnya
Ilustrasi lakon wayang Prabu Naga Tawingnya

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“APAKAH benar ini Raden Arjuna dan Raden Bima yang datang ke negeriku?” tanya Prabu Sumilih.

Arjuna dan Bima terkejut. Mereka belum pernah bertemu Prabu Sumilih, tapi sang raja sudah mengenal mereka.

“Kau raja yang waskita,” kata Arjuna. “Maka pasti kau tahu maksud kedatangan kami.”

“Kalian ingin aku membantu mengalahkan musuh yang menyerang negerimu,” jawab Sumilih mantap.

“Luar biasa,” gumam Bima. “Masih muda tapi ilmunya tinggi.”

“Aku akan membantumu, Raden. Tunjukkan jalannya!” sahut Sumilih.

Bersama Kapiwara, Prabu Sumilih berangkat menuju Amarta. Di medan laga, Kapiwara bertemu Prabu Nagatawingnya dan terjadilah pertempuran. Namun Kapiwara terpental hingga jatuh di hadapan Bima.

“Aku sudah tahu siapa kau. Kau pasti Anoman,” ujar Bima.

“Maafkan aku, Kakang. Jalan takdir memang harus seperti ini,” jawab Anoman.

“Kalau begitu, siapa raja yang engkau sembah itu?” tanya Bima.

“Kau akan segera tahu.”

Bima menatap serius ke medan tempur. Pertarungan antara dua raja itu berlangsung hingga malam. Ia curiga, karena kekuatan keduanya sangat mirip dengan anak-anaknya.

Ternyata benar. Saat tubuh mereka kembali ke wujud aslinya, terkuaklah kenyataan.

Prabu Nagatawingnya adalah Antareja, dan Prabu Sumilih adalah Gatutkaca.

Antareja menjelaskan bahwa semua ini adalah skenarionya. Tujuannya agar Gatutkaca sadar dan kembali pada tanggung jawabnya sebagai pemimpin sejati Pringgondani.

(*/naz)

Penulis Alumnus ISI Surakarta

Dilarang menduplikasi artikel ini tanpa seizin Jawa Pos Radar Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#bima #Gatutkaca #arjuna #Lakon #wayang