Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Gatutkaca Sewu Part 2, Jangan Biarkan Raja Bertarung Sendirian

Ki Damar • Rabu, 14 Mei 2025 | 22:45 WIB
Ilustrasi lakon wayang
Ilustrasi lakon wayang

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“OH, tidak asing lagi. Ini pasti kemampuan Gatutkaca, raja muda Pringgondani. Hanya dia yang mampu bertarung di malam hari dan memenggal kepala dengan mudah. Jika Gatutkaca menyerang Kurawa pada malam hari, berarti Pandawa telah melanggar janji,” ujar Resi Durna.

Hal ini segera dilaporkan kepada Duryudana.

Ia sangat marah karena Pandawa dianggap mengingkari perjanjian bahwa tidak boleh ada serangan di malam hari.

Utusan Kurawa, yaitu Aswatama, masuk ke pesanggrahan Pandawa dan dicegat oleh prajurit Gupalaya.

“Apa yang kau lakukan di sini, Aswatama? Apakah kau hendak memata-matai kami?” tanya Setyaki.

“Dasar curang! Kalian pura-pura tidak tahu. Aku ke sini untuk menyampaikan surat kepada Prabu Puntadewa, yang telah melanggar janji,” jawab Aswatama lantang.

Setyaki bingung mencerna perkataan Aswatama. “Apa maksudmu?” tanyanya.

“Gatutkaca menyerang Pesanggrahan Bulupitu, dan banyak prajurit kami yang tewas. Kami menuntut pertanggungjawaban dari Puntadewa dan Raja Matsapati,” tegas Aswatama.

Hal ini membuat kegemparan. Kresna dan Puntadewa keluar dari tenda. Aswatama menceritakan kejadian tersebut.

Mendengar itu, barisan Pringgondani yang dipimpin Patih Prabakesa langsung bersiaga.

“Hai Wadyabala Pringgondani! Gusti Prabu Anom Gatutkaca sedang menyerang! Mari kita bantu, jangan biarkan raja kita bertarung sendirian!”

Barisan Pringgondani bergerak menuju Pesanggrahan Bulupitu untuk membantu Gatutkaca. Gejolak Perang Baratayudha semakin memanas.

“Ini bagaimana? Malah pasukan Pringgondani ikut menyerang, bukannya menenangkan rajanya,” ujar Kresna heran.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Gatutkaca #Baratayudha #Lakon #wayang